Samanna Mabbau Bembe
Tidak ada ungkapan dalam Bahasa Bugis yang lebih menyebalkan dibandingkan: "Samanna mabbau bembe." Artinya: "Seperti bau kambing." Biasanya ungkapan ini kerap dilontarkan oleh orang tua kepada anakny...
JALURDUA Tidak ada ungkapan dalam Bahasa Bugis yang lebih menyebalkan dibandingkan: "Samanna mabbau bembe." Artinya: "Seperti bau kambing." Biasanya ungkapan ini kerap dilontarkan oleh orang tua kepada anaknya yang malas mandi.
Di luar rumah, dalam ruang sosial Bugis-Makassar, ungkapan menyebalkan itu menjadi bahan guyonan ketika ada seseorang malas menjaga kebersihan. Badannya "sakkulu" alias bau. Bukan hanya sebatas tubuh dan pakaian. Ungkapan itu juga merambah kondisi tempat tinggal.
Pada sisi verba, lagi-lagi kambing menjadi korban. Selain diidentikkan dengan bau tidak sedap, kambing pun dimanfaatkan sebagai bahan perbandingan untuk menciptakan ungkapan "kambing hitam."
Bayangkan saja seandainya kambing berdemo menuntut pengembalian nama baik spesis mereka. Untung saja sejauh ini kambing tidak punya hasrat untuk berdemo. Bahkan tidak seekor pun yang berbakat jadi korlap aksi unjuk rasa. Bukan karena kambing tidak doyan nasi bungkus. Mereka selama ini asyik-asyik saja. Tidak peduli ungkapan-ungkapan merugikan yang diciptakan manusia.
Barangkali kambing sudah sejak dulu memaklumi ulah manusia dalam "kekerasan verbal." Jika kepalanya pening sehabis makan daging kambing, manusia juga kerap menyalahkan kambing.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Tetiba Pak Bupati Bulukumba 'bagi-bagi THR'
- Inilah Satu-Satunya Kota di Dunia yang Paling Aman dari Corona
- Gayana ji
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama