Akkaleng Pulanduk

Barangkali hanya kancil satu-satunya tokoh fabel kita yang protagonis sekaligus antagonis. Si Kancil telanjur dinobatkan sebagai seekor tokoh hewan yang cerdik cendekia. Dongeng-dongeng Melayu kuno m...

Akkaleng Pulanduk
Bacakan Artikel

JALURDUA Barangkali hanya kancil satu-satunya tokoh fabel kita yang protagonis sekaligus antagonis. Si Kancil telanjur dinobatkan sebagai seekor tokoh hewan yang cerdik cendekia. Dongeng-dongeng Melayu kuno menempatkan Si Kancil selaku sentra pemikiran brilian dalam menghadapi situasi sesulit apa pun.

Si Kancil memang jenius namun juga kadang nakal dan usil. Namun rekam jejak Si Kancil tidak selamanya dielu-elukan sebagaimana kepahlawanannya memperdayai sekawanan buaya dan seekor harimau.Buktinya Si Kancil pernah juga memerankan tokoh jahat. Kita pasti ingat cerita peristiwa pencurian timun milik Pak Tani. Seluruh warga hutan juga tahu bahwa Si Kancil pelakunya.

Meskipun cukup kontroversial dalam beberapa kisah, toh ketokohan Si Kancil di bidang akal bulus tetap mengakibatkan para penghuni hutan memuja-mujanya sebagai hero, pemikir ulung, dan jagoan tak tergantikan.

Istilah "akkaleng pulanduk" membuktikan bahwa Si Kancil juga pernah menjelajahi "rimba raya folklore" di Pulau Sulawesi. Begitulah, agaknya cerita rakyat petualangan Si Kancil memiliki begitu banyak versi.

Dalam Bahasa Bugis, kata "akkaleng" artinya "akal" lebih merujuk pada "kecerdikan" bahkan "akal bulus." Sedangkan "pulanduk" atau "pulandok" untuk menyebut hewan bernama "kancil." Kemungkinan kata "pulanduk" berasal dari akar kata "pelanduk" dalam Bahasa Melayu.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2