Sepenggal Kisah Karama Literatur, Komunitas yang Buka Kelas Belajar Gratis Enam Hari Sepekan

Kelas Alam Terbuka oleh Karama Literature

Sepenggal Kisah Karama Literatur, Komunitas yang Buka Kelas Belajar Gratis Enam Hari Sepekan
Bacakan Artikel

JALURDUA Bulukumba,Anak-anak memiliki dunianya sendirI. Dunia bermain dan belajar. Kombinasi antara keduanya menjadi nutrisi penting bagi perkembangan jiwa dan otak anak-anak. Beranjak dari dasar itulah maka format dunia bermain sambil belajar dikemas apik dalam bentuk materi pengajaran yang dilakukan sebuah komunitas literasi di Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Sekitar 50-70an anak desa mereka rangkul dalam sebuah kelas belajar gratis. Ruang kelasnya bisa menempati apa saja. Aula milik kantor desa pun jadi. Ruang kelas di alam terbuka pun tak masalah. Yang terpenting adalah mencipta peristiwa melintasi ruang.

Komunitas yang beranggotakan sepuluh anak muda yang kebanyakan masih berstatus mahasiswa ini menamakan dirinya Karama Literatur. Khusus kegiatan kelas belajar, komunitas ini mensinergikannya dengan program kegiatan karang taruna setempat. Sebagian anggota komunitas memang juga tercatat sebagai anggota Karang Taruna Desa Karama. Komunitas ini juga terdaftar sebagai salah satu simpul dalam jaringan Forum Pustaka Bulukumba (FPB) sejak tahun 2018. Selain aktif menggelar lapak baca gratis di desa mereka, komunitas ini juga kadang menggelar diskusi seputar literasi.

Salah satu relawan, Salman, mahasiswa Teknik Sipil di Universitas Fajar Makassar, menuturkan, kelas belajar untuk anak-anak di Desa Karama sudah berlangsung berbulan-bulan. Terlebih lagi di masa pandemi. Antusiasme anak-anak sangat tinggi.
"Karena anak-anak ini meminta kelas dibuka setiap hari maka kami membuka kelas hampir setiap hari. Kecuali Jumat. Jam kelas biasanya sore ba'da ashar." Jelasnya, dalam bincang santai ditemani secangkir kopi bersama di Kedai Kopi Litera, Palampang, Senin siang (6/7/2020). Kedai kopi di pinggir jalan poros Bulukumba-Sinjai itu memang selama ini menjadi tempat nongkrong para pegiat literasi dan seni dari berbagai penjuru.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2