Sosok Yuyun di Mata Para Sahabatnya

Waktu tidak pernah membatasi kenangan, terutama kenangan yang memiliki koneksi erat dengan seseorang yang sangat layak dikenang. Pepatah lama berbunyi, "Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati m...

Sosok Yuyun di Mata Para Sahabatnya
Bacakan Artikel

JALURDUA Waktu tidak pernah membatasi kenangan, terutama kenangan yang memiliki koneksi erat dengan seseorang yang sangat layak dikenang. Pepatah lama berbunyi, "Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama." Nama selalu bertaut lekat dengan segenap kenangan pada manusia pemilik nama itu.

Seperti pada sosok Yuyun Wahyuni, SKM. M.Kes. Bukan hanya kesedihan dan rasa kehilangan banyak orang terhadap kepergiannya. Almarhumah pun meninggalkan banyak kenangan terdalam. Kumparan Ingatan-ingatan itu begitu kuat melingkar-lingkar di benak dan hati keluarga, kerabat, kenalan, teman, maupun para sahabatnya.

Gelembung kenangan membuncah di benak Femi. Dia salah seorang sahabat dan teman kantor Yuyun. Di mata Femi, Yuyun adalah sosok yang baik dan rendah hati.
"Sebagai sahabat yang setia dan menyenangkan, saya mengenal Yuyun secara personal. Tidak suka menonjolkan diri. Dia selalu berupaya memegang teguh kepercayaan yang diberikan kepadanya."

“Dia sangat disenangi karena sifatnya yang rendah hati dan juga selalu berusaha tidak mengecewakan orang lain. Tidak pernah ingin mendahului apalagi mencederai kepercayaan yang diberikan." Kenang Femi dengan mata berkaca-kaca.

Langit Kota Bulukumba pun menumpahkan hujan, mengiringi kepergian Yuyun. Genangan air hujan seperti melukiskan air mata di berbagai penjuru.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: