Survei: Perilaku Publik Kian Membaik Saat Merespons Kondisi Pandemi
JalurDua.Com, Jakarta: Hasil survei menunjukkan bahwa respons masyarakat terhadap wabah Covid-19 cenderung negatif berupa ketakutan berlebihan, kondisi ini justru bisa mengarahkan perilaku seseorang...
Selain itu, adanya kesalahan persepsi bahwa orang yang terlihat sehat dianggap tidak bisa menularkan penyakit, juga menjadi faktor rendahnya penerapan perilaku menjaga jarak. "Kelihatannya konsep OTG (orang tanpa gejala) masih belum betul-betul berada di benak masyarakat," kata Risang.
Kebanyakan, responden berpikir bahwa penularan Covid-19 melalui orang yang batuk dan bersin (71 persen). Hanya 23-25 persen responden yang menyebutkan penularan virus corona melalui berbicara dan bernafas. Hasil survei ini menjelaskan bahwa mengapa jaga jarak dianggap tidak terlalu perlu saat berbicara dengan orang lain, selama lawan bicara tidak batuk atau bersin. (Budi)
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Secangkir Kopi Perpisahan di Bundaran Pinisi – Iptu Muhammad Ali & AKP Ahmad...
- Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto Apresiasi Personel Sukses Amankan Operas...
- Oknum Polisi Bulukumba Diduga Aniaya Warga, Propam Tegas: Proses Jalan Terus
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama