News and Education Versi penuh
Internasional

Taliban : Tanpa Pendamping Pria, Perempuan Dilarang Naik Pesawat

Jalurdua.com - Jakarta | Taliban disebut telah memerintahkan maskapai penerbangan di Afghanistan untuk melarang perempuan naik pesawat kecuali ditemani oleh kerabat atau pendamping laki-laki. Dua...

Oleh herwanto2582@gmail.com 28 Mar 2022 06:42 2 menit baca

Jakarta | Taliban disebut telah memerintahkan maskapai penerbangan di Afghanistan untuk melarang perempuan naik pesawat kecuali ditemani oleh kerabat atau pendamping laki-laki.

Dua pejabat dari maskapai penerbangan Afghanistan, yakni Ariana Afghan Airlines dan Kam Air mengatakan pada Minggu (27/3/2022) malam waktu setempat, bahwa Taliban telah memerintahkan mereka untuk berhenti menaikkan perempuan jika mereka bepergian sendirian.

Menurut para pejabat dari maskapai penerbangan itu yang enggan disebut namanya demi keamanan, keputusan itu diambil setelah diadakan pertemuan pada Kamis (24/3/2022), antara perwakilan Taliban, dua maskapai penerbangan, dan otoritas imigrasi bandara.

Sejak kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan di Afghanistan, ada banyak pembatasan terhadap kebebasan perempuan yang telah diterapkan kembali.

Pembatasan ini seringkali diterapkan secara lokal atas kemauan pejabat regional dari Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan Afghanistan.

Kementerian itu telah mengatakan tidak mengeluarkan arahan yang melarang perempuan naik pesawat sendirian.

Tetapi, sebuah surat yang dikeluarkan oleh seorang pejabat senior Ariana Afghan kepada staf maskapai setelah pertemuan dengan Taliban, membenarkan tindakan Taliban baru tersebut.

"Tidak ada wanita yang diizinkan terbang dalam penerbangan domestik atau internasional tanpa kerabat laki-laki," kata surat tersebut, dikutip dari Kantor Berita AFP yang memperoleh salinannya.

Dua agen perjalanan yang dihubungi AFP juga mengonfirmasi bahwa mereka telah berhenti mengeluarkan atau menjual tiket untuk pelancong perempuan solo.

"Beberapa wanita yang bepergian tanpa kerabat laki-laki tidak diizinkan naik penerbangan Kam Air dari Kabul ke Islamabad pada Jumat (25/3/2022)," ungkap seorang penumpang yang berada dalam penerbangan itu.