Tsamara Amany Dorong Gen Z Salurkan Zakat Lewat BAZNAS
JALUR DUA/COM, JAKARTA - Di tengah meningkatnya kesadaran sosial generasi muda, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, mengajak Gen Z untuk men...
JALUR DUA/COM, JAKARTA - Di tengah meningkatnya kesadaran sosial generasi muda, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, mengajak Gen Z untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Ajakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan bagian dari strategi memperkuat peran anak muda dalam pembangunan sosial Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia di Jakarta, sebuah forum komunikasi antara BAZNAS dan media massa. Dalam forum itu, Tsamara menegaskan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar sebagai agen perubahan.
“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Jika ada ruang dan jalurnya, mereka pasti bergerak. BAZNAS memiliki potensi besar untuk menjadi saluran utama bagi mereka yang ingin melakukan aksi sosial,” ujar Tsamara.
Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang adaptif, digital-savvy, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial. Berdasarkan tren Google Keyword Planner, pencarian terkait “donasi online”, “zakat digital”, dan “aksi sosial Gen Z” menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Tsamara melihat bahwa potensi ini belum dimaksimalkan oleh lembaga seperti BAZNAS. Salah satu tantangan utama adalah citra lembaga yang belum sepenuhnya relevan di mata anak muda.
samara menekankan pentingnya impact narrative dan storytelling dalam komunikasi publik BAZNAS. Menurutnya, generasi muda lebih tertarik pada cerita nyata yang menyentuh emosi dibanding sekadar data angka.
“Kalau impact narrative-nya kuat, storytelling-nya kuat, insyaallah akan makin banyak lagi orang-orang yang mau membantu,” jelasnya.
BAZNAS memiliki rekam jejak yang kuat. Tsamara menyoroti bahwa pada tahun 2023, BAZNAS berhasil membantu 54.000 orang keluar dari kemiskinan.
Selain itu, kontribusi dalam isu global seperti Palestina juga menjadi bukti nyata peran lembaga ini. Dana yang terkumpul mencapai ratusan miliar rupiah, menunjukkan tingginya kepercayaan publik.
“Kita perlu apresiasi dan dorong karena orang perlu tahu bahwa ada institusi di negara ini yang juga bekerja keras melakukan gerakan solidaritas kemanusiaan,” katanya.
Acara Z-Talk yang digelar di Jakarta menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS dan media massa. Forum ini menghadirkan berbagai tokoh penting, termasuk pimpinan BAZNAS, pejabat pemerintah, dan pemimpin redaksi media nasional.
Tujuan utama forum ini adalah meningkatkan koordinasi komunikasi publik agar pesan sosial BAZNAS lebih efektif menjangkau masyarakat.
Ajakan Tsamara Amany membuka peluang besar bagi transformasi gerakan sosial di Indonesia. Dengan pendekatan yang tepat—menggabungkan storytelling, data, dan teknologi—BAZNAS dapat menjadi pusat gerakan filantropi digital yang digerakkan oleh generasi muda.
Kolaborasi ini bukan hanya soal donasi, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkeadilan.