Afganistan Larang TikTok dan PUPB, Dinilai Sesatkan Generasi Muda
Jalurdua.com - Jakarta | Pemerintah Taliban melarang penggunaan aplikasi games PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dan media sosial TikTok di Afghanistan. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicar...
Sementara itu, salah satu pemuda dari Kabul Alexander Najib mengatakan pendapatnya tentang aplikasi yang dilarang Taliban.
“Tidak hanya Tiktok, tetapi di semua jejaring sosial kita dapat belajar keterampilan hidup, kita dapat belajar bahasa dan kita dapat mempelajari banyak subjek Islam, jadi itu tidak bisa menjadi alasan yang masuk akal untuk memblokir akses ke aplikasi ini karena itu mengarahkan tersesat muda,” katanya.
Di sisi lain, pemuda lainnya Tahir Ayoubi mendukung upaya Taliban untuk melarang sejumlah aplikasi hiburan.
“Orang -orang muda dapat menghibur diri dengan cara lain melalui menggambar, melukis, dan seni. Pendapat pribadi saya adalah bahwa Tiktok harus dilarang," ujarnya.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Trump akan kenakan tarif 25 persen pada produk otomotif, kayu, dan farmasi Korse...
- Profil Sidharto Reza, Presiden Dewan HAM PBB perwakilan RI
- Senator AS Desak Elon Musk Nonaktifkan Starlink yang Dipakai Sindikat Penipuan A...
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”