Lawan Oligarki, Akankah Kota Solo Menjadi Motor Perubahan pasca HUT Mega Bintang ke 25
Oleh : Agusto Sulistio – Pegiat Sosmed. Dua puluh lima tahun silam, tepatnya tahun 1997 kota Solo menjadi simbol lahirnya gerakan massa yang inginkan perubahan. Kota yang tenang kala itu berubah m...
JALURDUA Oleh : Agusto Sulistio – Pegiat Sosmed.
Dua puluh lima tahun silam, tepatnya tahun 1997 kota Solo menjadi simbol lahirnya gerakan massa yang inginkan perubahan. Kota yang tenang kala itu berubah menjadi simbol lahirnya kebangkitan rakyat. Semangat membara rakyat Solo yang dipimpin oleh Mudrich Sangidu bergerak dan menjalar ke kota lainnya.
Gerakan Mega Bintang setahun kemudian berhasil mewujudkan reformasi dengan ditandai mundurnya Pak Harto dari jabatannya sebagai presiden RI ke dua pada bulan Mei 1998.
Terkait langsung atau tidak yang sebabkan mundurnya orang nomor satu satu orde baru oleh gerakan Mega Bintang tentu perlu diteliti lebih lanjut. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dalam kenyataannya Mega Bintang turut andil soal wujudkan perubahan berbagai sistem politik diakhir pemerintahan orba.
Mega Bintang merupakan rangkaian gerakan menuntut perubahan dari serangkaian gerakan mahasiswa - rakyat sebelumnya sejak peralihan kekuasaan Presiden Soekarno (Orde Lama) ke Presiden Soeharto (Orde Baru). Gerakan tersebut antara lain gerakan perubahan tahun 66 (angkatan 66), gerakan 15 Januari 1974 /MALARI (angkatan 1974), gerakan 27 Juli 1996, dll.
Ada keunikan tersendiri dari gerakan "wong cilik" Mega Bintang kala itu, yakni gerakan dimulai dari Kota Solo, Jawa Tengah, dimana secara politik pemerintahan kota ini saat itu identik dengan keluarga besar Presiden. Selain itu Solo merupakan kampung halaman keluarga besarnya.
Namun kenyataannya pandangan itu berubah seketika, saat gerakan wong cilik yang merupakan gabungan Partai PPP dan PDI saat itu berkolaborasi untuk berupaya menggeser hegemoni kekuasaan yang didukung oleh kekuatan Golongan Karya yang merupakan Partai pemenang mayoritas disetiap Pemilu jaman Orba.
Mega Bintang bak barongsai naga yang menggeliat kesana-kemari, gerakannya masuk ke setiap kota di pulau Jawa. Kehadiran Mega Bintang (PPP - PDI) kala itu selalu dinanti wong cilik.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Wagub Sulsel Resmikan Gerakan Anti-Stunting di Bulukumba, Puji Penurunan 8,5 Per...
- Pemudik yang Sudah Vaksin Booster Tak Perlu Tes Antigen dan PCR