Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
Oleh: Prof. Eggi Sudjana - Advokat & Ketum GPPSDA-LH. Hari ini kita hidup di era media sosial, di mana setiap orang bisa bicara langsung ke publik. Celakanya, sebagian kepala pemerintahan ikut...
JALURDUA Oleh: Prof. Eggi Sudjana - Advokat & Ketum GPPSDA-LH.
Hari ini kita hidup di era media sosial, di mana setiap orang bisa bicara langsung ke publik. Celakanya, sebagian kepala pemerintahan ikut terbawa arus tampil bicara langsung lewat akun pribadi, gaya “tanpa filter”, kadang seolah seorang influencer. Bahkan tak jarang yang lebih mirip konten kreator daripada pejabat negara.
Padahal, komunikasi pejabat negara bukan wilayah bebas. Ia adalah wilayah hukum, protokol, dan martabat negara.
Agar jelas, pemimpin boleh bicara langsung kepada rakyat. Sangat boleh. Tetapi tidak boleh semaunya sendiri. Ada mekanisme resmi yang harus dihormati.
Landasan Al-Qur’an
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)
Allah SWT langsung mengaitkan dua hal, ketaatan kepada Allah dan kehati-hatian dalam berbicara.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama