Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial

Oleh: Prof. Eggi Sudjana - Advokat & Ketum GPPSDA-LH. Hari ini kita hidup di era media sosial, di mana setiap orang bisa bicara langsung ke publik. Celakanya, sebagian kepala pemerintahan ikut...

Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
Bacakan Artikel

JALURDUA Oleh: Prof. Eggi Sudjana - Advokat & Ketum GPPSDA-LH.

Hari ini kita hidup di era media sosial, di mana setiap orang bisa bicara langsung ke publik. Celakanya, sebagian kepala pemerintahan ikut terbawa arus tampil bicara langsung lewat akun pribadi, gaya “tanpa filter”, kadang seolah seorang influencer. Bahkan tak jarang yang lebih mirip konten kreator daripada pejabat negara.

Padahal, komunikasi pejabat negara bukan wilayah bebas. Ia adalah wilayah hukum, protokol, dan martabat negara.

Agar jelas, pemimpin boleh bicara langsung kepada rakyat. Sangat boleh. Tetapi tidak boleh semaunya sendiri. Ada mekanisme resmi yang harus dihormati.

Landasan Al-Qur’an

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Allah SWT langsung mengaitkan dua hal, ketaatan kepada Allah dan kehati-hatian dalam berbicara.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: