Anggap Rakyat Sampah, Ketua DPD Bakal Halangi Jokowi 3 Periode
Foto : Pikiran Rakyat Jalurdua.com - Jakarta | Dia mengatakan Pemerintah saat ini menganggap rakyat hanya sebagai pemberi suara setiap lima tahun sekali. Meski sejumlah tokoh dan akademisi meny...
Menurut Ketua DPD tersebut, maklumat itulah yang menjadi salah satu kecelakaan amandemen konstitusi pada tahun 2002 silam.
"Inilah satu kecelakaan amandemen konstitusi 2002 silam yang memberi ruang terlalu besar kepada partai politik, sehingga yang terjadi adalah hegomoni partai menjadi Tirani baru yang bekerja dengan pola zero-sum game di mana rakyat pada posisi yang kalah telat," ujar La Nyalla Mattalitti.
"Makanya saya katakan demokrasi di Indonesia sejak amandemen telah berubah arti karena bukan lagi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, tetapi telah berubah menjadi dari rakyat oleh partai dan untuk kekuasaan," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, anggota DPD sebagai peserta pemilu perseorangan yang merupakan representasi daerah dinilai tidak memiliki kewenangan yang cukup kuat di dalam konstitusi.
Sehingga, praktis unsur non partisan atau kelompok non partai politik tidak memiliki ruang yang cukup di Senayan.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Dari Bulukumba, Refleksi HPN 2026 untuk Pers Indonesia
- Sinyal Jokowi
- Lewat Parpol Tak Berhasil, Diduga Operasi Penundaan Pemilu 2024 Bergeser ke KPU
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania