Dari Desa Topanda, Batik Bulukumba Menarik Perhatian Bank Indonesia

Kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menjadi momentum penting bagi UMKM batik pertama khas Bulukumba. JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di sebuah rumah sederhana di Desa T...

Dari Desa Topanda, Batik Bulukumba Menarik Perhatian Bank Indonesia
Bacakan Artikel

Di balik geliat Batik Bunga Mawar, ada kisah ketekunan Andi Mawar, sang pendiri. Ia merintis usaha ini sejak 2022, berawal dari produksi kain pantai Bira sebelum akhirnya bertransformasi menjadi rumah batik.

“Alhamdulillah, dulu yang bekerja hanya enam orang. Sekarang sudah bertambah menjadi 30 orang dengan melibatkan kaum ibu-ibu,” ungkap Andi Mawar dengan mata berbinar.

Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. Pelatihan membatik yang difasilitasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Dekranasda Bulukumba menjadi titik balik berkembangnya usaha tersebut.

Peran Dekranasda dalam Pembinaan Berkelanjutan

Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menegaskan bahwa pembinaan UMKM harus dilakukan secara adil dan berkelanjutan. Melalui jejaring dengan berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia, Dekranasda berupaya memastikan bantuan tidak terpusat pada kelompok tertentu saja.

Dukungan harus merata agar UMKM benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi daerah, bukan sekadar simbol.

Ia juga menyampaikan bahwa selain batik, pelatihan anyaman daun lontar telah dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif Bulukumba.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: