Dari Karpet Selingkuh Sampai Do’a Ibu
Musim bunga adalah ruang istimewa bagi kembang hias ketika dimanjakan oleh manusia. Ruang buat berbagai strata sosial untuk sama-sama menikmati aroma mewangi sepanjang hari. Kembang hias bermekaran t...

Perkembangan teknologi lewat berbagai kanal media sosial membuat tren penggunaan tanaman hias di rumah pun semakin meningkat. Jika dulu tanaman hias hanya dilirik segelintir orang, kini rumah-rumah sederhana hingga penghuni kamar kost pun berburu tanaman hias untuk mempercantik ruangannya.

Entah siapa para pencipta nama-nama bunga itu. Sebagian besar namanya unik dan aneh. Yang terdengar asing dan kebarat-baratan hanya aglonema, sekaligus termahal. Apakah Anda termasuk penyuka bunga Karpet Selingkuh? Atau adakah di pekarangan Anda saat ini satu pot Do’a Ibu? apakah Anda lebih memilih merawat buah kelapa yang dipermak sedemikian rupa atau bonsai dari bunga santigi? Lebih suka menanam bunga di taman pekarangan atau menanam bunga secara hidroponik dalam bejana air tanpa tanah?
Namun pada akhirnya, secantik dan semahal apapun setangkai dan sepot bunga, tidak ada yang bisa mengalahkan seorang bunga desa.(*)
Kedai Kopi Litera, 22 Juli 2020.
- 1
- 2
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama