Energi Berkeadilan Adalah Subsidi yang Tepat Sasaran

Oleh: Agusto Sulistio – Pendiri The Activist Cyber, Pegiat Sosmed Subsidi energi di Indonesia meningkat tajam dari tahun ke tahun, dengan total akumulasi mencapai Rp 795 triliun dalam lima tahun t...

Energi Berkeadilan Adalah Subsidi yang Tepat Sasaran
Bacakan Artikel

Subsidi lebih banyak dinikmati oleh golongan menengah ke atas, dengan kendaraan roda empat mendapatkan PSO yang jauh lebih besar dibandingkan dengan sepeda motor. Ini menunjukkan bahwa subsidi tidak sepenuhnya mencapai sasaran utama, yaitu masyarakat miskin.

Pemilik mobil dengan kapasitas mesin 2000 CC menerima subsidi yang 4,3 hingga 5 kali lebih besar dibandingkan pemilik sepeda motor.


Masalah LPG dan Ketergantungan Impor

Sejak pengenalan LPG pada 2014, ketergantungan pada impor meningkat karena Indonesia tidak memiliki cukup gas dengan komponen yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan ketergantungan pada fluktuasi harga dan nilai tukar.

Volume impor LPG pada tahun 2023 mencapai 6,95 juta ton, naik sekitar 200% sejak kebijakan konversi LPG.


Subsidi Listrik

Subsidi listrik diberikan kepada pelanggan rumah tangga miskin dan rentan, sementara kompensasi diterima oleh golongan non-subsidi. Ini menunjukkan bahwa meskipun subsidi ditujukan untuk membantu, bagian dari kompensasi juga dinikmati oleh golongan yang lebih mampu.

PLN memberikan tarif subsidi kepada sekitar 40 juta pelanggan rumah tangga miskin dan rentan, sementara lebih dari 49 juta pelanggan non-subsidi menerima kompensasi.


Kebijakan Harga Batubara

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: