Hasil Autopsi Penembakan Kajang Bulukumba: Luka Lebam Benda Tumpul, Keluarga Tuntut Penangkapan Istri Pelaku
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA. – Kasus penembakan tragis yang menewaskan UM alias UT (55) warga Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, semakin memanas. Keluarga korban meni...
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA. – Kasus penembakan tragis yang menewaskan UM alias UT (55) warga Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, semakin memanas. Keluarga korban menilai ada kejanggalan besar di balik kematiannya, dan mendesak polisi segera menangkap istri pelaku utama AP (36) yang diduga ikut terlibat.
Anak korban, Nisrayani, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menduga istri pelaku berperan aktif dalam insiden yang merenggut nyawa ayahnya tersebut.
"Kami meminta Polisi untuk tidak berhenti pada pemeriksaan pelaku utama saja. Kami menduga kuat bahwa istri pelaku memiliki peran dan terlibat dalam insiden penembakan ini," tegas Nisrayani pada Selasa, 16 Desember 2025.
Desakan ini muncul setelah hasil autopsi forensik mengungkap fakta mencengangkan: selain satu luka tembak, tubuh korban ditemukan sembilan luka lebam akibat hantaman benda tumpul. Luka-luka ini tersebar di bagian belakang kepala, tangan, kaki, dan tubuh lainnya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik ditemukan ada sejumlah luka lebam di tubuh korban. Bukan hanya luka penembakan tapi bekas pukulan benda tumpul," ungkap Nisrayani.
Menurut Nisrayani, kejadian bermula dari cekcok antara korban dan istri pelaku di halaman rumah. Saat korban dipanggil pulang, istri pelaku memukul bagian belakang kepala korban dengan balok. Bahkan setelah ditembak, pukulan dilanjutkan menggunakan bambu panjang berulang kali.
"Jadi pada saat cekcok, saya panggil bapak saya pulang. Tapi bapak saya berbalik badan, istri pelaku memukul bagian kepala belakang bapak saja menggunakan balok," ceritanya.
"Istri pelaku kembali memukul bapak saya setelah ditembak menggunakan bambu. Jadi pertama pakai balok dan kedua pake bambu panjang. Dia pukul berulang kali pakai bambu," tambahnya.
Nisrayani menekankan, hasil forensik menyebut kelumpuhan dan kematian otak korban lebih disebabkan hantaman benda tumpul tersebut.
"Kami berharap penyidik tidak hanya fokus pada penembakan tapi sebab lainnya seperti luka lebam ini. Hasil forensik menyebutkan bahwa kelumpuhan dan kematian otak itu akibat hantaman benda tumpul," katanya tegas.
"Penyidik harus transparan mengusut kasus almarhum bapak saya. Kalau meninggalkan hanya di tembak, kenapa di tubuhnya (bapak) ada luka lebam akibat pukulan benda tumpul," keluh Nisrayani.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, membenarkan pihaknya telah menerima hasil autopsi dan sedang mendalami kasus.
"Hasil autopsi sudah kita terima dan saat ini saksi-saksi kita panggil semua untuk pemeriksaan tambahan, untuk mencari kesesuaian antara alat bukti surat (hasil autopsi) dengan alat bukti keterangan saksi-saksi," ujarnya singkat.
Keluarga berharap penyelidikan menyeluruh ini membawa keadilan, mengungkap motif sebenarnya, dan memastikan semua pihak terlibat bertanggung jawab penuh. Kasus ini terus menjadi sorotan publik di Bulukumba.(*)