Jaka Timbal
Jaka Timbal tidak lahir di Pulau Jawa, melainkan di Bulukumba. Entah pada abad ke berapa Jaka Timbal mulai muncul di jazirah selatan Pulau "Sule'bessi" atau Sulawesi atau Celebes kata orang bule....
Ada pula yang kerap menggunakan istilah Jaka Timbal kepada temannya yang bukan playboy. Melainkan memang belum berniat menikah meskipun sudah mapan.
Pada era 90'an istilah Jaka Timbal sangat populer di radio, khususnya di Bulukumba. Ada kesan lucu bagi para pendengar radio setiap mendengarkan istilah itu diucapkan penyiar.
Jaka Timbal bisa jadi lahir dalam atmosfer ketidakberdayaan kaum muda yang sedang bergairah dalam cinta namun belum punya modal untuk berumahtangga. Jaka Timbal hanya bisa muncul di antara orang-orang yang sudah sangat akrab. Ia tidak bisa muncul begitu saja dalam situasi panas atau konflik. Sebab bisa memancing dunia persilatan. Bisa terjadi "baku tobok."
Begitulah, Jaka Timbal adalah idiom yang menghibur dalam canda. Di lain sisi ia mencerminkan betapa kerasnya kehidupan, khususnya dunia asmara muda-mudi.
Kalau sudah mampu berumahtangga jangan kelamaan jadi Jaka Timbal. Itu saja.(*)
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Tetiba Pak Bupati Bulukumba 'bagi-bagi THR'
- Inilah Satu-Satunya Kota di Dunia yang Paling Aman dari Corona
- Gayana ji
- Saat Demokrasi Nyemplung ke dalam Secangkir Kopi
- Inai Tutu Iya Upa', Inai Pacapa' Iya Cilaka