'Jebakan' Utang China Disebut Makan Korban Lagi: Pakistan

Jalurdua.com - Jakarta | China dikenal sebagai pemberi utang melalui skema Belt and Road Initiative (BRI). Dana yang diberikan Negeri Tirai Bambu biasanya digunakan untuk proyek pembangunan infrastru...

'Jebakan' Utang China Disebut Makan Korban Lagi: Pakistan
Bacakan Artikel

JALURDUA Jalurdua.com - Jakarta | China dikenal sebagai pemberi utang melalui skema Belt and Road Initiative (BRI). Dana yang diberikan Negeri Tirai Bambu biasanya digunakan untuk proyek pembangunan infrastruktur.
Namun beberapa negara di dunia dilaporkan justru terjebak utang tersebut karena tak mampu membayar. Terbaru, sebagaimana dimuat Aninews, adalah Pakistan.

China dilaporkan kantor berita India itu, menjerat Pakistan dengan suku bunga tinggi. Bukan hanya itu, persyaratan pembayaran juga sangat kaku dan transparansi amat minim.

Presiden CPFA (Pusat Politik dan Luar Negeri), Fabien Baussart, dalam sebuah blog di The Times of Israel baru-baru ini, mencontohkannya dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Karot di Pakistan. Tingkat bunga mencapai 5,11%.

Ini berbeda dengan lembaga China di bawah BRI lain yang menerapkan 4,2% dan jangka waktu pembayaran kurang dari 10 tahun. Diketahui China Three Gorge South Asia Investment Limited memegang 93% kepemilikan saham di sana.

Sebagai perbandingan, pinjaman dari konsorsium donor internasional seperti Komite Bantuan Pembangunan (DAC) dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)- di mana pinjaman berasal dari negara-negara seperti Jerman, Prancis atau Jepang- juga lebih rendah. Hanya dikenakan tingkat bunga 1,1% dan jangka waktu pembayaran selama 28 tahun.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2