Kemensos: Bansos Tunai Tingkatkan Nilai Sirkulasi Uang Beredar

JalurDua.Com, Jakarta: Kementerian Sosial menyebutkan, program bantuan sosial tunai yang digulirkan pemerintah mampu menciptakan sirkulasi uang beredar secara nasional mencapai Rp32 triliun. M...

Kemensos: Bansos Tunai Tingkatkan Nilai Sirkulasi Uang Beredar
Bacakan Artikel

Dia menyebutkan, hingga awal November 2020, realisasi bansos tunai mencapai 82 persen. "Kami berterimakasih kepada semua Bupati, Walikota, Gubernur, Camat, Kepala Desa, Lurah maupun aparat yang bahu-membahu menyalurkan bantuan. Sehingga, apa yang sebelumnya kita perkirakan sebagai tantangan luar biasa, pada akhirnya bisa dilaksanakan dengan baik," tuturnya.

Asep menjelaskan, bantuan sosial tunai tidak hanya berdampak positif bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga berdampak ekonomi yang lebih besar. Dengan adanya bantuan ini, kata dia, terjadi sirkulasi uang secara nasional berjumlah Rp32,4 triliun atau sekitar Rp2 triliun per bulan.

Pada sisi penyaluran, PT Pos Indonesia sebagai mitra Kemensos memanfaatkan 4.500 cabang kantor yang menjadi lokasi pengambilan bantuan. Bagi penerima manfaat yang tidak bisa mendatangi lokasi pengambilan bantuan, petugas PT Pos mendatangi langsung dan mengantar bansos.

Menurut Direkrur Utama PT Pos, Faizal Rochmad Djoemadi, pihaknya telah menyalurkan bantuan sosial tunai ke 483 kota, 514 Kabupaten, 7.094 kecamatan, dan 83.447 desa. "Dengan jumlah yang masif tersebut kami telah sampai pada tahap ke-6 atau tercapai 96,79 persen, dana yang kami salurkan Rp21,5 triliun," ucapnya.

Faizal optimistis, realisasi penyaluran bansos tunai yang menyasar 9 juta keluarga akan selesai pada pekan pertama Desember 2020. Hingga tahap ke-6 pada September 2020, PT Pos telah menjangkau 8,6 juta keluarga penerima manfaat, termasuk ke wilayah tertinggal, terdepan dan terluar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: