Kerugian Jasa Transportasi Online Grab Membengkak Jadi Rp 50,9 Triliun
Foto : iNews Jalurdua.com - Jakarta | Grab mencatat kerugian kuartalan US$1,1 miliar atau setara Rp 15,73 triliun (asumsi Rp 14.300/US$) dan penurunan pendapatan yang lebih buruk dari perkiraan....
JALURDUA Foto : iNews
Jalurdua.com - Jakarta | Grab mencatat kerugian kuartalan US$1,1 miliar atau setara Rp 15,73 triliun (asumsi Rp 14.300/US$) dan penurunan pendapatan yang lebih buruk dari perkiraan. Penjualannya juga dilaporkan merosot 44% menjadi US$122 juta.
Perusahaan tersebut menggelontorkan uang dalam bentuk insentif untuk menarik pengemudi. Karena pemintaan ride sharing telah kembali dari titik terendah pandemi Covid-19. Selain juga menawarkan promosi pesan-antar makanan yang agresif saat orang mulai makan lebih banyak karena adanya pelonggaran.
"Kami berencana untuk berhati-hati dan disiplin dalam mengalokasikan modal, karena kami menggandakan peluang pertumbuhan jangka panjang dari sesuai permintaan periklanan dan layanan keuangan kami," jelas Chief Financial Officer Peter Oey, dikutip dari Reuters, Jumat (4/3/2022).
Kerugian sepanjang tahun membengkak menjadi US$3,56 miliar (Rp 50,91 triliun) versus US$2,75 miliar (Rp 39,33 triliun) tahun 2020.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Secangkir Kopi Perpisahan di Bundaran Pinisi – Iptu Muhammad Ali & AKP Ahmad...
- Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto Apresiasi Personel Sukses Amankan Operas...
- Oknum Polisi Bulukumba Diduga Aniaya Warga, Propam Tegas: Proses Jalan Terus
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama