Kota yang Bergerak Maju adalah Kota yang Diserbu Banjir
Kota yang bergerak maju adalah kota yang diserbu banjir. Tata kota hari ini adalah warisan terbaik dari beberapa pemerintah daerah sebelumnya. Kota yang diimpikan harus menjadi hunian yang nya...
JALURDUA Kota yang bergerak maju adalah kota yang diserbu banjir. Tata kota hari ini adalah warisan terbaik dari beberapa pemerintah daerah sebelumnya.
Kota yang diimpikan harus menjadi hunian yang nyaman buat semua orang. Impian itulah satu-satunya alasan bagi setiap pemerintahan yang dapat giliran memegang wewenang. Kesempatan pun diberikan untuk para pengembang. Sebagian di antaranya tidak terkendali.
"Keanekaragaman hayati penting bagi pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ekonomi dalam pembangunan harus melestarikan sumber daya alam dan merawat keanekaragaman hayati," kata Prof. Emil Salim, berkali-kali. Keanehan pada kita setiap mendengar kalimat beliau adalah karena kita enggan disebut tuli.
Rakyat, pemerintah, dan para pengembang adalah bukan para penemu. Kita tidak memiliki warga sekelas Al Farghani, misalnya. Dia seorang astronom dan insinyur muslim pada abad 9 Masehi. Al Farghani telah mengkonstruksi sebuah alat yang disebut Nilometer untuk mengukur dan mencatat tinggi air sungai Nil secara otomatis di berbagai tempat. Banjir bisa diprediksi.
Itulah mengapa komedi banjir biasanya terdiri dari aksi menuding sungai dan curah hujan tinggi sebagai penyebab banjir. Para penuding juga paham bahwa sungai bukan parit atau kanal atau got. Yang untuk mengalirkan air banjir atau genangan air secepatnya.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Saat Demokrasi Nyemplung ke dalam Secangkir Kopi
- Inai Tutu Iya Upa', Inai Pacapa' Iya Cilaka
- Kota yang Bergerak Maju adalah Kota yang Diserbu Banjir
- Wagub Sulsel Resmikan Gerakan Anti-Stunting di Bulukumba, Puji Penurunan 8,5 Per...
- Pemudik yang Sudah Vaksin Booster Tak Perlu Tes Antigen dan PCR