Kurang dari 24 Jam, Pelaku Pembunuhan Sadis di Bulukumba Diringkus Polisi
Ketenangan pesisir Bulukumba dikoyak oleh penemuan jasad ID (61), seorang warga Mariorennu, di gubuk rumput lautnya pada awal pekan. Korban ditemukan oleh anaknya sendiri dalam kondisi sangat mengenaskan: leher tergorok, perut terbuka lebar, dan usus terpotong lalu dimasukkan ke dalam jerigen. Penemuan ini segera memicu penyelidikan cepat dari Sat Reskrim Polres Bulukumba dan Polsek Gantarang.
JALURDUA Di pesisir Bulukumba, tempat angin laut seringkali membawa bisikan ketenangan, pada suatu pagi di awal pekan, ketenangan itu terkoyak oleh jeritan ngeri yang tak terbayangkan. Bukan deru ombak yang memecah hening, melainkan pemandangan mengerikan yang ditemukan di sebuah gubuk sederhana, tempat penampungan rumput laut yang biasa dihuni oleh seorang lelaki tua. Bau amis darah, bukan garam laut, kini menyelimuti udara. Di sanalah, tubuh renta ID (61), warga Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, tergeletak tak bernyawa, dalam kondisi yang bahkan paling kejam pun sulit digambarkan. Lehernya tergorok, perutnya terbuka lebar, dan yang paling mencabik akal sehat, ususnya terpotong dan dikeluarkan, lalu dimasukkan ke dalam jerigen di dekat jasadnya. Pemandangan itu, ditemukan oleh anaknya sendiri, MF, setelah tiga hari ID tak pulang ke rumah, adalah awal dari sebuah kisah kelam yang mengguncang Bulukumba, sekaligus menjadi ujian bagi kecepatan dan ketajaman aparat penegak hukum.
Ketika Kengerian Membekukan Jiwa: Investigasi Pembunuhan Sadis di Bulukumba Dimulai
Kabar penemuan jasad ID dengan kondisi yang begitu mengenaskan segera menyebar seperti api. Dalam hitungan jam, personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bulukumba bersama Polsek Gantarang, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim IPTU Muhammad Ali, S.Sos., bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Di bawah terik matahari pesisir, tim forensik bekerja cermat, mengumpulkan setiap petunjuk yang bisa mengungkap tabir di balik pembunuhan sadis Bulukumba ini. Setiap jejak kaki, setiap tetes darah, setiap posisi benda, menjadi bagian dari puzzle yang harus disatukan. Proses olah TKP yang teliti ini adalah fondasi awal untuk memastikan keadilan bisa ditegakkan. Jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk visum dan autopsi, sebuah prosedur vital yang akan mengungkap detail medis tentang bagaimana ID mengakhiri hidupnya dengan tragis.
Dalam konferensi pers yang digelar tak lama kemudian, pada Rabu (1/4/2026) di Mapolres Bulukumba, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., didampingi jajarannya, menjelaskan kepada awak media mengenai keberhasilan pengungkapan kasus pembunuhan Bulukumba yang tergolong keji ini. "Korban ID ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, yakni mengalami luka gorok pada leher, luka terbuka pada perut, serta usus yang dipotong dan dikeluarkan dari dalam perut," terang Kapolres, menggambarkan detail yang membuat bulu kuduk merinding. Kecepatan pengungkapan ini menjadi sorotan, menunjukkan dedikasi aparat dalam menjaga rasa aman di tengah masyarakat.
Mengurai Benang Merah Dendam: Dari Saksi Menjadi Tersangka dalam Kurang dari 24 Jam
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Kurang dari 24 Jam, Pelaku Pembunuhan Sadis di Bulukumba Diringkus Polisi
- MJH Terpilih Sebagai Ketum KSPSI, Andrianto : Optimis Akan Lebih Baik
- Masyarakat Antusias Kenakan Pakaian Hitam pada Hari Jadi Kabupaten Bulukumba
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama