Mengapa Hubungan Percintaan Beda Usia Selalu Dianggap Tabu?

Foto : BBC News England Jalurdua.com - Jakarta | Masyarakat semakin progresif. Saat ini banyak orang semakin menerima bahwa cinta bisa hadir dalam berbagai cara. Tapi, mengapa orang masih memandan...

Mengapa Hubungan Percintaan Beda Usia Selalu Dianggap Tabu?
Bacakan Artikel

Alasannya adalah biologis dan ekonomi. Jika seorang pria berusia 50 tahun ingin memiliki anak, dia tidak tertarik untuk berpasangan dengan perempuan seumuran yang lebih kecil kemungkinannya untuk tetap subur.

Dalam masyarakat patriarki di mana pria memiliki kekuatan ekonomi, pilihan untuk berpasangan dengan perempuan yang jauh lebih muda akan lebih mudah.

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, sebagian besar perempuan dikeluarkan dari angkatan kerja. Jadi, masuk akal bagi mereka untuk memprioritaskan menikahi seseorang yang telah mencapai keamanan finansial.

Bagi pria, masuk akal untuk mengejar ekonomi dan baru memikirkan tentang pernikahan di kemudian hari, karena ketika kekuatan sosial mereka meningkat, mereka bisa menemukan istri yang lebih muda yang memberikan kesempatan terbaik untuk memiliki anak.

Siapa yang kita nilai dan mengapa
Seiring dengan meningkatnya kekuatan ekonomi perempuan, daya tarik pasangan yang jauh lebih tua pun menurun, sehingga membuat hubungan beda usia menjadi kurang umum, dan seringkali lebih tabu.

Hari-hari ini, bahkan ketika sebagian besar masyarakat menganut pandangan yang semakin progresif tentang cinta, hubungan, dan beraneka macam cara mencintai, pasangan dengan perbedaan usia yang tinggi masih menghadapi penghakiman.

Alih-alih menganggap orang-orang bahagia bersama, ada kecenderungan orang untuk mencemaskan kemungkinan ketidakseimbangan kekuatan, memandang hubungan sebagai transaksional, dengan asumsi satu pihak berusaha meningkatkan status sosial atau kekayaan mereka.

Bahkan ada kosakata khusus untuk membantu penilaian itu; pria yang lebih tua harus menjadi 'sugar daddy', perempuan yang lebih muda adalah 'matre' atau korban 'daddy issues'.

Dalam beberapa tahun terakhir, kosakata itu telah diperluas untuk mencakup hubungan ketika perempuannya yang jauh lebih tua. Kata-kata seperti 'tante girang' dan 'simpanan' mencerminkan peningkatan hubungan semacam ini.

Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 1963 hanya ada 15% perempuan di Inggris yang lebih tua dari suaminya. Pada tahun 1998, jumlah itu meningkat menjadi 26%, dan temuan dari satu penelitian tahun 2011 menunjukkan bahwa jumlah perempuan yang menikah atau hidup bersama dengan pria berusia lima tahun lebih muda (atau lebih) hampir tiga kali lipat sejak tahun 1970-an.

Perempuan yang memilih untuk berkencan dengan pria yang lebih muda tampaknya menghadapi penilaian yang tidak proporsional.

"Manusia suka menghakimi, dan jika apa yang dilakukan tetangga tidak selaras dengan apa yang kita harapkan, kita akan menjadikannya pusat perhatian," kata Lordan.

"Perempuan yang memilih pria yang lebih muda paling bertentangan dengan narasi pernikahan, dan karenanya paling dihakimi."

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: