Mira Murati, Perempuan di Balik AI Canggih yang Menolak Rp16 Triliun dari Marc Zuckerberg
JALURDUA.COM - Nama Mira Murati kembali menjadi sorotan dunia teknologi. Alasannya bukan karena meluncurkan produk baru, melainkan karena keberaniannya menolak tawaran fantastis dari Mark Zuckerb...
Tak tanggung-tanggung, TML mengamankan pendanaan awal 2 miliar dolar AS (sekitar Rp 33 triliun), dan kini valuasinya melonjak menjadi Rp 197 triliun—bahkan sebelum merilis produk komersial. Murati berjanji, produk AI perdana TML akan hadir tahun ini.
Ambisi Besar Meta
Penolakan TML tak membuat Zuckerberg menyerah. Beberapa bulan terakhir, Meta memang agresif memburu pakar AI dari raksasa teknologi lain, seperti OpenAI, Google DeepMind, Anthropic, hingga Apple.
Setelah mengakuisisi Scale AI pada Juni 2025, Meta membentuk Meta Superintelligence Labs (MSL) yang dipimpin CEO Scale AI, Alexandr Wang.
Ia bekerja bersama tokoh-tokoh ternama seperti mantan CEO GitHub Nat Friedman dan sejumlah figur besar lainnya.***
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Apple Uji Google Gemini AI untuk Tingkatkan Siri, iPhone 17 Belum Dapat Izin Mas...
- Starlink Hentikan Pendaftaran Pengguna Baru di Indonesia, Ini Penyebabnya
- Harga iPhone 16 Turun Drastis Agustus 2025,
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama