Mudik Lebaran 2026 Lancar Berkat Kesederhanaan: Apresiasi Pemerintah di Tengah Musibah

JALUR DUA.COM, JAKARTA - Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto, dikenal sebagai juru bicara kebijakan pemerintah yang tegas dan empati. Melal...

Mudik Lebaran 2026 Lancar Berkat Kesederhanaan: Apresiasi Pemerintah di Tengah Musibah
Bacakan Artikel

Prasetyo Hadi menjelaskan, “Sesuai dengan petunjuk beliau [Presiden Prabowo Subianto], kemarin kami sudah menyampaikan surat edaran… karena bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita pada kondisi yang belum baik.” Pesan ini menyentuh hati. Bukan melarang merayakan, melainkan mengajak semua pihak merasakan kebersamaan yang tulus. Ekonomi tetap berjalan, tapi tidak dengan kemewahan yang menyakitkan hati korban bencana.

Antisipasi Lonjakan Arus Mudik yang Penuh Harapan Lebaran 2026 juga diwarnai gelombang mudik terbesar. Pemerintah memprediksi 143,9 juta orang akan pulang kampung—setengah lebih penduduk Indonesia. Mobil pribadi dan sepeda motor mendominasi. Namun, ada tantangan nyata. Kemacetan parah terjadi di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, antrean hingga 32 kilometer. Prasetyo Hadi langsung meminta maaf.

“Memang ada beberapa kejadian yang kami mohon maaf ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk,” katanya. Tapi pemerintah tidak diam. Petugas di lapangan—Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Pelindo, ASDP, hingga TNI—bekerja keras memantau 24 jam. Kapal-kapal laut disiapkan jika diperlukan. Hasilnya? Arus mudik mulai terurai.

Apresiasi untuk Masyarakat yang Bijak dan Petugas yang Setia Yang paling mengharukan adalah apresiasi pemerintah kepada rakyat biasa. Banyak keluarga memanfaatkan kebijakan work from anywhere dan mudik lebih awal. Mereka menghindari penumpukan di hari puncak. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan masa rentang liburan ini dengan memilih pulang kampung sesuai dengan yang kita harapkan, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu hari tertentu,” ujar Prasetyo Hadi dengan tulus.

Tak lupa, penghargaan untuk para pahlawan di belakang layar. “Terima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan; Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Danantara dengan seluruh BUMN-nya, Pelindo, ASDP, dan yang lain-lainnya… termasuk TNI juga diminta oleh Bapak Presiden,” pungkasnya. Mereka adalah bukti bahwa pemerintah tidak hanya berbicara, tapi bertindak.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: