News and Education Versi penuh
News

Musrenbang Ramadan Bulukumba: Ketahanan Pangan Jadi Poros Pembangunan Daerah

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Menjelang senja di Kecamatan Gantarang, suara langkah warga berpadu dengan semilir angin Ramadan. Di halaman kantor camat, pemerintah dan masyarakat duduk setara, berbagi g...

Oleh uno 24 Feb 2026 13:25 3 menit baca

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Menjelang senja di Kecamatan Gantarang, suara langkah warga berpadu dengan semilir angin Ramadan. Di halaman kantor camat, pemerintah dan masyarakat duduk setara, berbagi gagasan tentang masa depan. Di sanalah Pemerintah Kabupaten Bulukumba memulai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan 2026, sebuah forum perencanaan yang bukan sekadar agenda birokrasi, melainkan ruang harapan bersama.

Kegiatan perdana ini digelar di Kecamatan Gantarang, Senin, 23 Februari 2026, menjadi titik awal Musrenbang serentak di 10 kecamatan. Sejak pukul 16.00 WITA, halaman Kantor Camat Gantarang dipenuhi kepala desa, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah daerah. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta shalat Isya dan tarawih berjamaah di Masjid Taqwa Ponre, menegaskan nilai spiritual sebagai fondasi pembangunan.

Ruang Aspirasi yang Diperkuat Spirit Ramadan

Hadir dalam forum tersebut Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah, jajaran kepala desa, serta para tokoh masyarakat. Musrenbang kecamatan ini menjadi lanjutan dari proses panjang penjaringan aspirasi yang telah dimulai sejak tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Bapperida Bulukumba Andi Irma Darmayanti menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan instrumen strategis untuk menyatukan kebutuhan warga dengan arah kebijakan daerah.

“Musrenbang Kecamatan bertujuan menampung usulan program dan kegiatan dari masyarakat yang kemudian dirumuskan menjadi program prioritas kecamatan sebagai bagian dari rencana pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses perencanaan pembangunan daerah dijalankan dengan pendekatan partisipatif, disinkronkan dengan pendekatan politik, teknokratik, top-down, dan bottom-up. Dengan demikian, kebijakan yang lahir tidak tercerabut dari realitas sosial masyarakat.

RKPD 2027 dan Arah Besar Pembangunan Bulukumba

Lebih lanjut, Andi Irma menekankan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus selaras dengan RPJMD Kabupaten Bulukumba 2025–2029. Tahun 2027 merupakan tahun ketiga implementasi RPJMD dengan tema:

“Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik melalui Percepatan Transformasi Digital.”

Tema ini mencerminkan upaya serius Pemkab Bulukumba dalam menjawab tantangan zaman, termasuk digitalisasi pelayanan publik dan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Enam prioritas pembangunan daerah pun ditegaskan, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi hijau dan biru melalui hilirisasi pertanian dan perikanan, hingga transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital yang transparan dan berintegritas.

“RKPD Tahun 2027 memiliki posisi strategis dalam memperkuat capaian target pembangunan jangka menengah daerah. Fokus pembangunan harus semakin terarah, terukur, dan menunjukkan progres yang signifikan,” tambahnya.

Ketahanan Pangan di Tengah Ketidakpastian Global

Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau akrab disapa Andi Utta, dalam arahannya menyoroti isu global yang kian kompleks, mulai dari krisis ekonomi hingga perubahan iklim. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut daerah untuk memperkuat fondasi kemandirian, khususnya di sektor pangan.

“Ketahanan pangan merupakan pondasi utama kemandirian daerah. Daerah yang kuat adalah daerah yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan memiliki sistem produksi pangan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian, kelautan, dan perikanan yang terintegrasi dengan hilirisasi produk, agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat lokal.

Andi Utta juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat desa—untuk bersinergi mewujudkan Bulukumba yang mandiri pangan, kuat secara ekonomi, dan berkeadilan sosial.

Musrenbang sebagai Simbol Pembangunan Inklusif

Perpaduan Musrenbang dan Safari Ramadan menghadirkan nuansa berbeda. Di satu sisi, ada diskusi serius tentang perencanaan pembangunan. Di sisi lain, ada kehangatan spiritual yang mempererat hubungan antara pemerintah dan warga. Model ini memperkuat kepercayaan publik sekaligus menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal angka dan proyek, tetapi juga tentang manusia dan nilai.

Melalui forum ini, Pemkab Bulukumba berharap terbangun sinergi yang lebih kuat untuk merumuskan arah pembangunan daerah yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, berakar pada aspirasi masyarakat, dan relevan dengan tantangan global.**

Topik terkait
Bulukumba MUSRENBANG Ketahanan Pangan Pembangunan Daerah Transformasi Digital Safari Ramadan RKPD 2027