Pilkada 2020 Bulukumba adalah Nostalgia Pilpres 2019
Judul di atas saya pinjam dari kalimat seorang pengunjung di Kedai Kopi Litera. Saya lupa namanya. Dan saya lupa menanyakan siapa gerangan yang dia dukung dalam Pilkada 2020 di Bulukumba. Untung saja...
JALURDUA Judul di atas saya pinjam dari kalimat seorang pengunjung di Kedai Kopi Litera. Saya lupa namanya. Dan saya lupa menanyakan siapa gerangan yang dia dukung dalam Pilkada 2020 di Bulukumba. Untung saja saya tidak lupa memberinya uang kembalian. Dia pereguk kopi yang cukup keren. Matanya merem melek menikmati tegukan terakhir Kopi Soekarno yang tanpa gula.
Benarkah kekuatan "ideologis" masih memiliki efek dalam mempengaruhi kecenderungan pemilih di level pilkada? Sayangnya belum ada riset resmi soal itu dari lembaga manapun. Itu bukan kata saya. Itu ucapan si om.
Si om yang satu ini pengunjung dadakan alias tak terencana ke Kedai Kopi Litera. Si om awalnya bertanya, "Tabe dek, di sini tempat fotocopy?"
Saya jawab, "Ye bukan om, di sini tempat ngopi. Tempat fotocopy di sebelah, om."
"Tapi kayaknya tutup. Kalo begitu saya ngopi."
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Secangkir Kopi Perpisahan di Bundaran Pinisi – Iptu Muhammad Ali & AKP Ahmad...
- Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto Apresiasi Personel Sukses Amankan Operas...