Program MBG Ramadhan 1447 H di Bulukumba: Antara Kritik Publik dan Perbaikan Gizi

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Bulukumba kembali menjadi perhatian. Di tengah khusyuknya Ramadhan 1447 Hijriah, program strategis nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) menuai perhatian. Bukan soal niat, me...

Program MBG Ramadhan 1447 H di Bulukumba: Antara Kritik Publik dan Perbaikan Gizi
Bacakan Artikel

JALURDUA JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Bulukumba kembali menjadi perhatian. Di tengah khusyuknya Ramadhan 1447 Hijriah, program strategis nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) menuai perhatian. Bukan soal niat, melainkan soal kualitas dan variasi menu yang diterima pelajar serta kelompok rentan.

Perbincangan ini bergulir di ruang-ruang digital, media sosial, hingga forum diskusi lokal. Sebagian warga membandingkan menu antarwilayah. Ada yang mempertanyakan komposisi gizi, ada pula yang menyoroti porsi berbuka dan sahur. Namun di balik kritik itu, tersimpan harapan: agar MBG benar-benar menghadirkan manfaat maksimal.

Suara dari Praktisi Media Bulukumba

Praktisi media sekaligus Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Kabupaten Bulukumba, Saiful Alief Subarkah (SAS), turut menyampaikan pandangannya.

Menurutnya, MBG adalah program dengan tujuan mulia. Ia menekankan bahwa fokus utama harus tetap pada pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok rentan.

“Penyesuaian menu selama Ramadhan tentu harus memperhatikan kebutuhan gizi sekaligus kondisi puasa penerima manfaat. Ini memerlukan perencanaan matang dan evaluasi berkala,” ujarnya di Bulukumba, Sabtu, 28 februari 2026.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa momentum Ramadhan membawa tantangan berbeda dibanding bulan biasa. Asupan gizi tidak lagi dibagi dalam tiga waktu makan reguler, melainkan terpusat pada sahur dan berbuka.

Beberapa laporan yang beredar menunjukkan adanya perbedaan variasi menu antarwilayah. Isu yang mencuat antara lain:

Komposisi protein yang dinilai belum merata

Porsi sayuran yang dianggap kurang

Menu yang kurang variatif untuk kebutuhan energi puasa

SAS menilai kritik publik harus dipandang sebagai kontrol sosial yang konstruktif. Transparansi menjadi kata kunci.

Transparansi dan Evaluasi: Pilar Kepercayaan Publik

Sebagai program strategis nasional, MBG tidak bisa berjalan tanpa pengawasan bersama. SAS menegaskan pentingnya keterbukaan informasi, mulai dari:

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: