Putusan Tidak Mencerminkan Keadilah, Penasehat Tom Lembong Ajukan Banding
Jalurdua.com, Jakarta - Putusan Majelis Hakim Tipikor PN Jakarta Pusat yang memvonis Thomas Trikasih Lembong (TTL) 4,5 tahun penjara dan denda 750 juta dalam perkara importasi gula-tanpa adanya kesal...
JALURDUA Jalurdua.com, Jakarta - Putusan Majelis Hakim Tipikor PN Jakarta Pusat yang memvonis Thomas Trikasih Lembong (TTL) 4,5 tahun penjara dan denda 750 juta dalam perkara importasi gula-tanpa adanya kesalahan yang dapat dibuktikan-, bukan sekadar kekeliruan hukum.
"Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip-prinsip dasar keadilan," ungkap Penasehat Tom, Ari Yusuf Amir, dalam jumpa pers Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (30/7/2025).
Lebih lanjut dikatakan Ari Yusuf, bahwa Putusan ini sekaligus menjadi alarm keras bagi publik bahwa hukum dapat disalahgunakan, dan bahwa seseorang dapat dihukum tanpa bukti yang sah.
"Inilah luka mendalam bagi seluruh anak bangsa yang percaya bahwa keadilan masih hidup di negeri ini.
Ketika pengadilan tak lagi berpijak pada nurani dan akal sehat, dan proses hukum dijalankan tanpa keberanian untuk menegakkan kebenaran, maka hilanglah fungsi peradilan sebagai benteng terakhir pencari keadilan," ujarnya.
Apa yang menimpa TTL adalah bukti empiris dari matinya kemampuan sistem peradilan untuk membedakan antara kebenaran dan rekayasa tuduhan.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”
- Andi Endang: Ramadhan Momentum Rekatkan Pemerintah dan Masyarakat
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania