Rencana Putin ke G-20, Jokowi Tak Bisa Larang, Pegang Prinsip Non-Blok KAA

Oleh : Agusto Sulistio - Pegiat Sosial, Konseptor Transmiter Soundsytem 212 GNPF-MUI, Mantan Kepala Aksi Advokasi PIJAR Semarang (1996 - 2000) Pro kontra atas rencana Presiden Putin akan ikut dala...

Rencana Putin ke G-20, Jokowi Tak Bisa Larang, Pegang Prinsip Non-Blok KAA
Bacakan Artikel

Ide itu diprakarsai oleh Ir. Soekarno (Mantan Presiden Indonesia), Jawaharlal Nehru (Mantan PM India), Josip Broz Tito (Mantan Presiden Yugoslavia), Gamal Abdul Nasser (Mantan Presiden Mesir), Kwame Nkrumah (Mantan Presiden Ghana).

KAA di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Indonesia saat itu tidak saja memilih sikap politik luar negeri Indonesia bersama negara lain di Asia Afrika, namun lebih dari itu memiliki tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

Sikap politik luar negeri Indonesia dalam rangka pertemuan G-20 tetap harus berpegang pada amanah dan kesepakan KAA yankni non-blok bebas aktif.

Pelaksanaan pertemuan G-20 di Bali tidak boleh memihak kepada satu kekuatan negara manapun. Dalam hal ini Indonesia tidak boleh mengikuti tekanan negara manapun yang berusaha menekan agar salah satu pemimpin negara tidak boleh hadir dalam pertemuan G-20.

Jika melihat nafas semangat politik luar negeri Indonesia yang non blok dan bebas aktif maka pertemuan G-20 dapat menjadi suatu ajang pertemuan para oimoin dunia yang independen dan merdeka guna mencari hal-hal positif dalam rangka perdamaian dunia, disamping kerjasama ekonomi, politik, dll.
KAA.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: