Rencana Putin ke G-20, Jokowi Tak Bisa Larang, Pegang Prinsip Non-Blok KAA
Oleh : Agusto Sulistio - Pegiat Sosial, Konseptor Transmiter Soundsytem 212 GNPF-MUI, Mantan Kepala Aksi Advokasi PIJAR Semarang (1996 - 2000) Pro kontra atas rencana Presiden Putin akan ikut dala...
Pernyataan itu juga telah dipertegas oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dalam pidatonya di acara Pertemuan Tingkat Menteri Gerakan Non Blok, 9 Oktober 2020.
Dalam pidato tersebut Menlu juga menyampaikan pernyataan Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo yang menggarisbawahi bahwa Dasasila Bandung tetap relevan hingga saat ini. Dasasila Bandung adalah pedoman moral kita dalam menghadapi dunia saat ini.
Dari pernyataan resmi kenegaraan Indonesia masa pemerintahan Jokowi, serta menilik pemikiran serta kesepakan Presiden Pertama Indosia dengan negara-negara Asia Afrika 60 tahun lalu dalam KAA telah jelas dan tegas menyatakan Indonesia memilih sikap politik luar negeri yang non-blok, bebas dan aktif. Sehingga terkait dengan kondisi kekinian berkaitan dengan ketegangan antara Rusia dan Ukraina tidak akan merubah sikap politik Indonesia.
Politik Luar Negeri Indonesia adalah non blok, tidak berafiliasi pada suatu kekuatan negara barat, maupun timur.
Sikap politik ini menjadi pilihan Indonesia bersama negara lain, yang dalam sejarahnya berawal saat bangsa Asia Afrika melaksanakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 18 - 24 April 1955.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Dari Bulukumba, Refleksi HPN 2026 untuk Pers Indonesia
- Sinyal Jokowi
- Lewat Parpol Tak Berhasil, Diduga Operasi Penundaan Pemilu 2024 Bergeser ke KPU
- HPN 2026, Andi Uke: Pers Penjaga Demokrasi dan Mitra Pembangunan Bulukumba
- Luar Biasa! Tiga Anggota DPRD Bulukumba Terima Aspirasi di Bundaran Titik Nol