Saya Orang Pertama Yang Akan Mengobok-Obok Kantor Bupati

"Keluarga Saorajae adalah garda terdepan dalam mendukung pasangan Kacamatayya. Apabila pasangan ini tidak memperhatikan rakyat, maka saya orang pertama yang mengobok-obok Kantor Bupati." Bukan saj...

Saya Orang Pertama Yang Akan Mengobok-Obok Kantor Bupati
Bacakan Artikel

JALURDUA "Keluarga Saorajae adalah garda terdepan dalam mendukung pasangan Kacamatayya. Apabila pasangan ini tidak memperhatikan rakyat, maka saya orang pertama yang mengobok-obok Kantor Bupati."

Bukan saja mengejahwantahkan sebuah sikap dukungan secara pribadi namun juga di sana terdapat frasa yang mewakili sebuah kekuatan yang harus diperhitungkan, Saorajae. Menyebut Saorajae berarti harus menyebut Gantarang. Di sana pun terdapat semacam "warning" kepada pihak yang didukung manakala sebuah amanah disalahgunakan. Lantaran sebuah dukungan politik tentu berangkat dari sebuah proses panjang dan tidak mudah terwujud begitu saja.

Dalam geopolitik nasional, kita kenal sebuah adagium yang berbunyi: siapa yang menguasai Pulau Jawa maka dia menguasai Indonesia. Maka dalam level Bulukumba bunyinya adalah: siapa yang menguasai Gantarang maka dia menguasai Bulukumba.

Suara seraknya yang khas namun menebar aura kewibawaan melontarkan kalimat dukungan yang monumental itu. Ia bertutur secara terbuka, apa adanya, dan tidak sungkan mengumumkan dukungan dan mendoakan kemenangan Pasangan Kacamatayya (TSY-AM) pada pilkada 2020.

Momen itu menjadi begitu penting pada suatu hari di Gantarang, bersama Tomy Satria Yulianto (TSY) dan putranya, A. Aan, Anggota DPRD Provinsi Sulsel. Ada poin khusus dan menarik dalam paparan tersebut di acara Sosialisasi Perda tentang Gender.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: