Tambako Pun Menginspirasi

Oleh: Alfian Nawawi Di timeline segala platform media sosial dan seliweran berita media massa, sembako adalah salah satu keywoard yang cukup sexi. Istilah sembako menginspirasi gerak bahkan siasat...

Tambako Pun Menginspirasi
Bacakan Artikel

Tidak ada yang memungkiri, betapa Sholahuddin Al Ayyubi menginspirasi kaum ksatria -khususnya dalam futuwa- di Eropa selama berabad-abad.

Tidak ada yang mampu menampik fakta sejarah, betapa dalam era Bani Umayyah kedua di Spanyol, Cordoba menjadi ibu kota paling populer Di dunia. Cordoba menjadi pusat ilmu pengetahuan, pendidikan, dan intelektual. Sebagai perbandingan, volume kunjungan ke 70 buah perpustakaan Cordoba mencapai ratusan ribu lebih volume kunjungan sedangkan kunjungan ke perpustakaan-perpustakaan lainnya di benua itu secara keseluruhan tidak pernah mencapai angka seribu kunjungan. Cordoba menjelma sebagai "the greatest centre of learning" di Eropa ketika kota-kota lain di benua itu berada pada masa kegelapan. Cordoba bagai bunga yang menebar harum di Eropa pada abad pertengahan sebagaimana digambarkan oleh seorang penulis Lane-Poole sebagai "the wonders of the world."

Cordoba menjadi kota termegah yang kejayaannya banyak menginspirasi penulis Barat. Para ahli sejarah ataupun politik menggambarkannya sebagai cikal bakal pembawa kemajuan bagi Barat di masa sekarang.

Ah, kita memang selalu saling menginspirasi. Konon kaum oposisi pun kadang terinspirasi dari penguasa. Begitu pula sebaliknya. Dan di hari-hari ini kita pun terinspirasi dari banyak arena perdebatan virtual -sebagai konsekuensi lebih banyak di rumah saja- mulai kontroversi kata mudik dan pulang kampung, kisah miris ABK Indonesia di kapal Cina, PSBB, dan seterusnya.

Apa inspirasi kita hari ini? Semoga tidak lebih buruk dibandingkan bagi-bagi tambako. Di rumah kita tidak semua orang menyukai aromanya. Asapnya adalah juga pandemi tersendiri sejak jaman baheula.(*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2