Walau Balik Modal 40 Tahun, China Tetap Untung Besar

Kereta Cepat - Foto : Kumparan.com Jalurdua.com - Jakarta | Sesuai hasil studi Polar Universitas Indonesia, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengusulkan harga tiket Kereta Cepat Jakarta–Band...

Walau Balik Modal 40 Tahun, China Tetap Untung Besar
Bacakan Artikel

JALURDUA Kereta Cepat - Foto : Kumparan.com

Jalurdua.com - Jakarta | Sesuai hasil studi Polar Universitas Indonesia, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengusulkan harga tiket Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau KCJB sebesar Rp 150.000 hingga Rp 300.000.

Dari asumsi tersebut maka balik modal diperkirakan mencapai 40 tahun, itupun jika isi jumlah penumpang terpenuhi, jika tidak, tentu perkiraan balik modal bisa lebih panjang.

KCJB akan dilayani oleh 68 kereta per hari dengan 11 trainset kereta. Nantinya, transportasi canggih itu juga akan melewati empat stasiun.

Sekadar informasi, mega proyek tersebut diperkirakan memakan biaya investasi hingga Rp 113,9 triliun. Jumlah tersebut meleset dari perhitungan awal sebesar Rp 84,3 triliun. Investasi ini juga melampaui perkiraan investasi yang ditawarkan Jepang sebelumnya.

Terlepas dari lamanya masa balik modal dan tingginya biaya investasi, China tetap akan diuntungkan dari proyek tersebut. Berikut sederet alasannya:

  1. Keuntungan bunga utang.
    Menilik ke belakangan, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung sebenarnya pertama kali diajukan Jepang. Negeri Sakura itu menawarkan proposal pembangunan ke pemerintah Jokowi melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

Saking seriusnya menawarkan proyek tersebut, JICA bahkan telah menggelontorkan modal sebesar 3,5 juta dollar AS sejak 2014 untuk mendanai studi kelayakan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: