Wisata Modern - Warga Tengger Bromo Resah, Budaya dan Lahan Terkikis

Wisata Tengger Bromo. (Foto : Malangtimes) Jalurdua.com - Jakarta | Dampak dari adanya pembangunan proyek wisata di dalam kawasan TNBTS ini tidak hanya mengakibatkan erosi ekologi, namun juga ero...

Wisata Modern - Warga Tengger Bromo Resah, Budaya dan Lahan Terkikis
Bacakan Artikel

JALURDUA Wisata Tengger Bromo. (Foto : Malangtimes)

Jalurdua.com - Jakarta | Dampak dari adanya pembangunan proyek wisata di dalam kawasan TNBTS ini tidak hanya mengakibatkan erosi ekologi, namun juga erosi kultural, ungkap Staf Walhi Jawa Timur Lila Puspita.

Ia menilai, secara aturan proyek wisata dalam kawasan TNBTS tidak melanggar, tetapi mengabaikan etika lingkungan.

Pembangunan proyek wisata di tanah masyarakat adat Tengger ini juga bertentangan dengan nilai-nilai spiritual dan budaya yang dianut warga Tengger selama ini.

"Karena kalau ngomong lingkungan, kan tidak hanya ngomongin soal tanaman atau hewan yang ada di sana. Tapi juga manusia dan keberlangsungan hidupnya di masa depan," tutur Lila.

Namun, kata Lila, masyarakat Tengger memiliki sikap memendam dan menghindari konflik.

Meski demikian, diamnya orang Tengger ini tidak dapat diartikan bahwa mereka bisa menerima begitu saja dengan segala bentuk perubahan di wilayah tempat tinggal orang Tengger.

Warga Tengger menilai pembangunan proyek wisata tidak bagi bagi keberlangsungan hidup masyarakat setempat. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak.

"Dari jawaban salah seorang warga lokal, ketika ditanya tentang pembangunan (proyek wisata) di sana, mereka hanya menjawab, 'Kami bisa apa? Kami hanya orang kecil'," tutur Lila.

Rencana pengembangan kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) menjadi salah satu "Bali Baru" menuai polemik.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur menyebutkan ada tiga lokasi pembagunan, yakni di kawasan Jemplang, kemudian juga ada dari arah Probolinggo dan juga dari arah Kabupaten Malang.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: