Wisata Modern - Warga Tengger Bromo Resah, Budaya dan Lahan Terkikis

Wisata Tengger Bromo. (Foto : Malangtimes) Jalurdua.com - Jakarta | Dampak dari adanya pembangunan proyek wisata di dalam kawasan TNBTS ini tidak hanya mengakibatkan erosi ekologi, namun juga ero...

Wisata Modern - Warga Tengger Bromo Resah, Budaya dan Lahan Terkikis
Bacakan Artikel

Hidup di zona-zona tertentu
Menurut Lila, warga Tengger menyadari kebijakan pemerintah ini akan berdampak pada mereka.

Dengan adanya pariwisata dan pembangunan fasilitas wisata penunjang yang sedang berjalan saat ini, pemerintah selalu mengklaim pembangunan tersebut untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Tengger.

"Tapi menurut kami, itu tidak bisa dijawab sesederhana itu," kata dia.

Ketika wilayah hidup masyarakat adat Tengger ditetapkan menjadi taman nasional pada 1982 silam, ada penetapan zonasi yang membuat orang Tengger tidak leluasa membuka atau memperluas lahan mereka.

Kini, masyarakat Tengger yang lebih dulu mendiami wilayah tersebut hanya diperbolehkan tinggal dan berladang di zona tertentu.

"Karena bertani bagi orang Tengger itu, selain secara kultural (dianggap sakral), mereka juga berusaha untuk menyelamatkan tanah mereka," kata Lila.

"Dan dengan adanya taman nasional ini pun, masyarakat Tengger ini kan sudah tidak bisa lagi memperluas wilayahnya untuk pertanian dan lain sebagainya. Mereka harus hidup di zona-zona tertentu, di dalam kawasan taman nasional," imbuh dia.

Saat ini, lanjut Lila, lahan milik masyarakat Tengger semakin sempit dengan adanya pariwisata. Tanah-tanah mereka pun juga semakin sedikit.

Pembangunan proyek wisata seperti jembatan kaca, glamping, home stay dan restoran, itu membuat masyarakat Tengger tidak leluasa untuk merawat tanah leluhur mereka.

Dikutip dari kompas.com "Dengan adanya wisata itu, banyak orang yang mulai menyewakan tanah mereka. Memang tidak dibeli, tapi menyewakan. Tapi tanah disewa dalam bentuk sudah bertahun-tahun, yang akhirnya orang Tengger akan semakin sedikit mempunyai tanah di sana," kata Lila.

Pilih Halaman: