Bahlil : Tidak Haram Memajukan dan Memundurkan Pemilu di RI
Foto : detikNews Jalurdua.com - Jakarta | Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi mengklaim penundaan pemilihan umum (pemilu) terbuka jika dilihat dari sejarah bangsa. Pasalnya, pemilu sebelumnya per...
JALURDUA Foto : detikNews
Jalurdua.com - Jakarta | Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi mengklaim penundaan pemilihan umum (pemilu) terbuka jika dilihat dari sejarah bangsa. Pasalnya, pemilu sebelumnya pernah dipercepat dan diundur.
Bahlil menjelaskan pemilu yang seharusnya dilaksanakan pada 2002 dipercepat menjadi 1999. Hal ini terjadi karena krisis.
Kemudian, pemilu sempat diundur beberapa kali pada masa orde lama. Keputusan itu dikeluarkan menyesuaikan dengan situasi politik.
"Memajukan dan mengundurkan pemilu di bangsa ini bukan haram karena pernah pada 1997 pemilu, harusnya 2002, tapi kan pemilu 1999 karena krisis," tutur Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin 31/1/2022
Ia mengatakan sejumlah pengusaha sempat mengusulkan menunda pemilu 2024. Menurut dia, hal itu mustahil jika dilihat dari kacamata konstitusi, tapi memungkinkan jika dilihat dari sejarah bangsa.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama