Rencana Putin ke G-20, Jokowi Tak Bisa Larang, Pegang Prinsip Non-Blok KAA

Oleh : Agusto Sulistio - Pegiat Sosial, Konseptor Transmiter Soundsytem 212 GNPF-MUI, Mantan Kepala Aksi Advokasi PIJAR Semarang (1996 - 2000) Pro kontra atas rencana Presiden Putin akan ikut dala...

Rencana Putin ke G-20, Jokowi Tak Bisa Larang, Pegang Prinsip Non-Blok KAA
Bacakan Artikel

JALURDUA Oleh : Agusto Sulistio - Pegiat Sosial, Konseptor Transmiter Soundsytem 212 GNPF-MUI, Mantan Kepala Aksi Advokasi PIJAR Semarang (1996 - 2000)

Pro kontra atas rencana Presiden Putin akan ikut dalam pertemuan G-20 di Bali, Indonesia, menuai banyak pendapat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pertemuan Kelompok 20 Negara (G20) yang ke tujuh belas (17) mendatang merupakan pertemuan lanjutan G20, yang mana sebelumnya telah dijadwalkan beberapa negara termasuk Rusia, RRC, Amerika akan hadir di pertemuan lanjutan (17) di Bali tahun 2022 yang menurut rencana akan digelar bulan November 2022.

Oleh karena terjadi ketengangan Rusia dan Ukraina sebelum acara G-20 yang berujung pada pertempuran yang kemudian menimbulkan reaksi beberapa negara atas ketegangan tersebut, sehingga beberapa negara anggota G-20 meminta Tuan Rumah G-20, Pemerintah RI menolak Rusia ikut dalam pertemuan G-20 di Nusa Dua, Bali mendatang.

Dalam perkembangan politik internasional saat ini, sikap politik luar negeri Indonesia harus tetap berpegang kepada Politik luar negeri yang Non Blok, bebas aktif yang tidak memihak kepada satu kekuatan negara manapun.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: