Benarkah Hand Sanitizer Dapat Merusak Kesehatan?
Foto : Kompas.com Hand sanitizer adalah salah satu "senjata" untuk memerangi virus corona, selain masker dan sabun. Bahkan, keberadaan pembersih tangan instan ini sempat menghilang di awal-awal...
Kapsid adalah selaput protein pelindung dari virus.
Saat selubungnya hancur, virus tidak dapat bertahan dan memperbanyak diri, dan lama-kelamaan akan mati.
Namun, tahukah Anda apa efek yang ditimbulkan dari penggunaan hand sanitizer secara terus-menerus dan berlebihan?
Selama pandemi Covid-19, penyemprotan hand sanitizer pada tangan diharapkan dapat membunuh virus dan bakteri yang menempel di tangan.
Namun, dilansir dari herbeauty, penelitian menunjukkan bahwa terlalu sering menggunakan hand sanitizer atau disinfektan untuk kulit sebenarnya tak hanya membunuh virus dan bakteri jahat. Namun, bakteri baik yang ada di tangan pun ikut tergerus.
“Salah satu aspek hand sanitizer yang biasanya diabaikan adalah mereka dapat memengaruhi mikrobioma tubuh dalam beberapa cara, dan di antaranya dapat membawa dampak buruk,” kata ahli mikrobiologi Jonathan Eisen.
Tanpa adanya bakteri baik, lanjut Eisen, tubuh justru akan lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Wagub Sulsel Resmikan Gerakan Anti-Stunting di Bulukumba, Puji Penurunan 8,5 Per...
- Pemudik yang Sudah Vaksin Booster Tak Perlu Tes Antigen dan PCR
- WHO : Ada Kabar Baik Terbaru Covid-19
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania