Benarkah Hand Sanitizer Dapat Merusak Kesehatan?
Foto : Kompas.com Hand sanitizer adalah salah satu "senjata" untuk memerangi virus corona, selain masker dan sabun. Bahkan, keberadaan pembersih tangan instan ini sempat menghilang di awal-awal...
Jadi, berapa ‘dosis’ hand sanitizer yang harus digunakan?
Jika memungkinkan, sebenarnya cara efektif untuk menghilangkan virus dan bakteri di tangan adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun.
Hal itu dikarenakan mencuci tangan tidak akan menghilangkan bakteri baik seperti yang dilakukan oleh hand sanitizer.
Masih dari sumber yang sama, ahli penyakit dalam Seema Sarin mengatakan, akan lebih baik jika tidak menggunakan hand sanitizer setiap hari.
Penggunaan hanya dilakukan saat berinteraksi langsung dengan orang lain dan harus dijadikan alternatif terakhir jika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan.
Seperti halnya Eisen, Sarin juga menegaskan, penggunaan hand sanitizer yang berlebihan justru dapat memicu lebih banyak virus dan bakteri daripada membunuhnya.
“Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), pembersih tangan dengan bahan antibakteri dapat berkontribusi pada perkembangan resisten antibiotik (kekebalan terhadap antibiotik),” terang Seema.
Bakteri yang kebal antibiotik, menurut Seema harus diwaspadai.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Wagub Sulsel Resmikan Gerakan Anti-Stunting di Bulukumba, Puji Penurunan 8,5 Per...
- Pemudik yang Sudah Vaksin Booster Tak Perlu Tes Antigen dan PCR
- WHO : Ada Kabar Baik Terbaru Covid-19
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania