Dari Desa Topanda, Batik Bulukumba Menarik Perhatian Bank Indonesia

Kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menjadi momentum penting bagi UMKM batik pertama khas Bulukumba. JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di sebuah rumah sederhana di Desa T...

Dari Desa Topanda, Batik Bulukumba Menarik Perhatian Bank Indonesia
Bacakan Artikel

JALURDUA Kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menjadi momentum penting bagi UMKM batik pertama khas Bulukumba.

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di sebuah rumah sederhana di Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale, aroma malam panas dan kain basah berpadu dengan senyum para ibu pembatik. Rabu, 4 Februari 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi Rumah Batik Bunga Mawar, rumah batik pertama yang memproduksi batik khas Kabupaten Bulukumba.

Hari itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, datang langsung meninjau proses membatik. Ia didampingi Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, di sela rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-66 Tahun 2026.

Batik Lokal, Harapan Global

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Rizki Ernadi tampak menyimak setiap proses—dari canting yang menari di atas kain hingga pewarnaan yang dilakukan secara manual. Baginya, batik bukan hanya produk budaya, tetapi juga instrumen ekonomi yang hidup di tangan masyarakat.

“Alhamdulillah, saya sudah melihat langsung Batik Mawar ini. Ternyata sudah lama berproduksi dan melibatkan ibu-ibu. Menurut saya ini sangat baik untuk pemberdayaan kaum perempuan agar terus berkembang,” ujar Rizki Ernadi.

Pernyataan ini menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung UMKM berbasis budaya dan ekonomi kreatif, khususnya di daerah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: