Dipimpin Gatot Nurmantyo, KAMI Temui Lembaga Tinggi Negara MPR "Bahas Keadaan Kian Memburuk"
Penulis : Agusto / Jalurdua.com - Foto: Agt Jalurdua.com - Jakarta | Siang tadi, Selasa 31/5/2022 Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bertemu dengan pimpinan tinggi negara Majelis Permusy...
JALURDUA Penulis : Agusto / Jalurdua.com - Foto: Agt
Jakarta | Siang tadi, Selasa 31/5/2022 Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bertemu dengan pimpinan tinggi negara Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Gedung DPR / MPR, Kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Rombongan yang dipimpin oleh Presidium KAMI, Mantan Panglima TNI, Jenderal Purn Gatot Nurmantyo diterima langsung oleh Wakil Ketua Lembaga Tinggi Negara MPR, Hidayat Nurwahid di ruang Nusantara, Gedung DPR / MPR - RI.
Mereka yang hadir dari KAMI antara lain Bachtiar Chamsyah, MS Kaban, Sa'id Didu, Adhie Massardi, Habib Muchsin Alatas, Marwan Batubara, Refly Harun, Gde Siriana, Radhar Tri Baskoro, Anton Permana, Hendri Harmen, dll.
Dalam pertemuan siang tadi, KAMI menyampaikan sejumlah persoalan bangsa negara yang terjadi saat ini, antara lain mengenai sosial, politik, ekonomi, hutang negara, diakriminasi, sistem pemilu, KKN-Korupsi-Oligarki, ketahanan nasional, hukum dan demokratisasi.
Menurut kajian KAMI yang disampaikan tadi kepada MPR, bahwa keadaan bangsa negara saat ini mengalami kemunduran yang mengarah kepada keterpurukan akibat adanya penyimpanan kekuasaan.
Atas masukan dan kritik KAMI, pimpinan MPR menyampaikan terimakasih dan berjanji akan membawa dan membahas masukan ini kepada ketua dan forum MPR.
Dalam kesempatan ini, KAMI menyerahkan statemen kepada Lembaga Tinggi Negara MPR dengan Thema "Mosi Terhadap Kudeta Konstitusi," berikut uraiannya.
MOSI TERHADAP KUDETA KONSTITUSI
Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa.
Proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tonggak terbentuknya bangsa Indonesia yang merdeka, setara dan sederajat, serta menandai bahwa rakyat adalah pemilik kedaulatan tertinggi. Harus dipahami bahwa sebagai bangsa yang terjajah lebih dari 350 tahun, suasana kebatinan para pendiri bangsa saat kemerdekaan itu, diliputi oleh keinginan untuk lepas dari segala bentuk penjajajahan, penindasan, penderitaan, kemiskinan dan kebodohan, disertai semanggat untuk dapat hidup sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Oleh sebab itu ditetapkanlah tujuan bernegara dalam satu tarikan nafas dengan pembentukan suatu Pemerintah Negara Indonesia, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, dan seterusnya. Sejak saat itu bangsa Indonesia terikat oleh perjanjian suci dalam Pembukaan dan UUD 1945 sebagai konstitusi bagi negara yang sepenuhnya berdaulat.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”
- Andi Endang: Ramadhan Momentum Rekatkan Pemerintah dan Masyarakat
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania