Diskusi KAMI, Permintaan maaf presiden ke PKI ditanggapi tegas para tokoh dan pemuda

Jakarta - Pada diskusi kali ini, Jumat sore, 24/2/2023, Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI), mengangkat thema"Mengkaji Pernyataan Presiden tentang Pengakuan Pelanggaran HAM Berat di Masa Lalu...

Diskusi KAMI, Permintaan maaf presiden ke PKI ditanggapi tegas para tokoh dan pemuda
Bacakan Artikel

JALURDUA Jakarta - Pada diskusi kali ini, Jumat sore, 24/2/2023, Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI), mengangkat thema
"Mengkaji Pernyataan Presiden tentang Pengakuan Pelanggaran HAM Berat di Masa Lalu dan Dampaknya bagi Kehidupan Sosial, Berbangsa dan Bernegara”.

Hal itu terkait dengan pernyataan Presiden Jokowi yang telah mengakui bahwa pelanggaran HAM yang berat telah terjadi pada berbagai peristiwa di Tanah Air, antara lain peristiwa tahun 1965-1966, hal itu ia sampaikan usai menerima laporan dari Tim Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat (PPHAM) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 11 Januari 2023.

Pernyataan presiden tersebut menuai pro-kontra dikalangan masyrakat, tokoh, akademisi, dll, pasalnya statemen itu dapat menimbulkan persoalan sosial politik dikemudian hari, ditengah keadaan bangsa dan negara yang tidak stabil.

Narasumber dari Ketua Gerakan Bela Negara, Brigjen Purn, Hidayat Purnomo, sampaikan bahwa pada sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya negara ini didirikan atas dasar agama, maka pelanggaran HAM yang terjadi sejak kemerdekaan, hingga sampai KM 50 hingga hari ini adalah melanggar Pancasila dan konstitusi.

Menurutnya sejarah negara kira ditahun 1948, telah jelas nyata bahwa Indonesia mau dibikin komunis. Muso bikin negara Soviet Komunis. Dan pada masa itu banyak ulama dan santri yang menjadi korbannya.

Ia pun menjelaskan bahwa posisi Aidit sebagai petinggi PKI saat itu berkiblat ke Peking, sedangkan Muso ke Soviet. PKI saat itu ingin bikin angkatan ke lima yang dipersenjatai, tapi ditolak TNI. Pihak yang menolak itu adalah mereka yang dibunuh PKI di Lubang Buaya, yang dikenal dengan Pahlawan Revolusi korban G30S/PKI.

Kenyataannya saat ini mereka ingin memutar balikkna fakta yang sebenarya dengan berbagai upaya propaganda.

Pada peristiwa itu, tak ada kyai, santri yang memulai membunuh. Fakta dari berbagai kesaksian jelas PKI yang memulai, berikutnya Gerwani dengan melakukan operasinya di masjid.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: