Haris Azhar-Fatia Tersangka, KNPA Tagih Perlindungan Pembela HAM
Foto : Kompas.com Jalurdua.com - Jakarta | Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) mengutuk keras penetapan status tersangka yang didakwakan kepada aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar da...
JALURDUA Foto : Kompas.com
Jakarta | Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) mengutuk keras penetapan status tersangka yang didakwakan kepada aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.
"Secara tegas, atas nama KNPA kami mengutuk keras tindakan kriminalisasi dan intimidasi kepada Fathia dan Haris," ujar Juru Bicara KNPA Dewi Kartika dalam konferensi pers, Minggu (20/3).
Dewi mengatakan, pihaknya menuntut beberapa hal atas kasus yang tengah menjerat Haris dan Fatia. Pertama, mereka meminta agar negara dapat menghentikan tindakan kekerasan yang dilakukan kepada aktivis pembela HAM karena termasuk profesi yang dilindungi secara konstitusional.
"Kedua, menuntut presiden membebaskan Haris dan Fatia dan juga pembela HAM lainnya yang juga mengalami hal serupa. Menghentikan tindakan represif dan tindakan hukum sebagai bentuk pembungkaman kepada aktivis," ucapnya.
Dewi juga menuntut pemerintah untuk "memberikan jaminan perlindungan atas profesi pembela HAM yang secara aktif mengawasi kinerja pejabat publik . Kemudian menuntut untuk menghentikan konflik agraria dan sosial yang terjadi di masyarakat.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Hasil Autopsi Penembakan Kajang Bulukumba: Luka Lebam Benda Tumpul, Keluarga Tun...
- Polisi Bulukumba Tangkap Pelaku Curanmor dalam Waktu Singkat: Kronologi dan Peng...
- 29 Tersangka Dibekuk, Polda Sulsel Bongkar Dalang Pembakaran DPRD Sulsel dan Mak...
- Free Float SMIL Mentok! Muncul Nama Maybank Sekuritas 5,14%
- Rajawali Kapital Borong Saham ARCI Rp1,95T Saat Harga Turun