Kian Kritis, Emak-emak : Rakyat Sudah Jatuh Masih Tertimpa Tangga

Ibu Neneng Rusniasih (Rabbaniah Kota Bekasi) - Foto : Ist. Jalurdua.com - Jakarta | Kehadiran Emak-emak dalam dunia politik, khususnya aktivitas kritis yang menyentuh kepada hal sosial sehari-har...

Kian Kritis, Emak-emak : Rakyat Sudah Jatuh Masih Tertimpa Tangga
Bacakan Artikel

JALURDUA Ibu Neneng Rusniasih (Rabbaniah Kota Bekasi) - Foto : Ist.

Jakarta | Kehadiran Emak-emak dalam dunia politik, khususnya aktivitas kritis yang menyentuh kepada hal sosial sehari-hari telah berlangsung lama, tepatnya saat Pilpres 2019 dari kubu Prabowo - Sandi.

Tak semua Enak-emak yang suarakan kritik sosial beraviliasi kepada Prabowo-Sandi, terlebih setelah keduanya masuk kedalam Pemerintahan Jokowi, suara kritis Emak-emak semakin menggelora dan menyebar kesemua wilayah dengan berbagai problematika yang dirasakannya.

Terkait itu, Komunitas Emak-emak dan Milenial Revolusioner, pada Jumat Sore, 18/3/2022 lalu mengisi acara diskusi yang digelar oleh "FORJIS" Moh. Nur Lapong. Diskusi bertajuk "Melawan Keserakahan Oligarki," dengan moderator Muslim Arni digelar di Rumah Kedaulatan Rakyat Guntur, Jalan Guntur No.49, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Salah satu Narasumber, Neneng dari Komunitas Rabaniyah Kota Bekasi, menyampaikan pandangannya bahwa aturan PSBB yang bertujuan menekan penyebaran Covid-19 dengan melakukan pembatasan berbagai aktivitas bagi semua kalangan, baik kalangan anak Sekolah, Pemerintah, Pekerja Swasta, lapisan pedagang, telah melahirkan tatanan kehidupan kita berubah dalam sekejap.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: