Inovasi Pelayanan: RSUD H.A. Sultan Dg Radja Memfasilitasi Perekaman e-KTP bagi Pasien Terbaring Sakit
JalurDua.Com, Bulukumba - RSUD H.A. Sultan Dg Radja Bulukumba berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memfasilitasi perekaman data e-KTP bagi warga yang sedang dirawat...
JALURDUA JalurDua.Com, Bulukumba - RSUD H.A. Sultan Dg Radja Bulukumba berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memfasilitasi perekaman data e-KTP bagi warga yang sedang dirawat di rumah sakit dan membutuhkannya.
Seorang pasien bernama Udding, yang telah dirawat di rumah sakit sejak tanggal 2 Februari, menjadi salah satu contoh. Meskipun ia merupakan penerima BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), sayangnya kartu kepesertaannya sudah tidak aktif.
Untuk mengaktifkan kembali kepesertaannya, Udding harus melakukan perekaman e-KTP karena data kependudukannya perlu diperbarui. Udding berasal dari Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gantarang.
Nuraeni, Koordinator Manajer Pelayanan Pasien (MPP) RSUD H.A. Sultan Dg Radja, menjelaskan bahwa keluarga pasien telah memberitahukan kepada petugas bahwa Udding tidak memiliki KTP, meskipun memiliki kartu BPJS PBI. Namun, saat kartu BPJS tersebut diperiksa, ternyata sudah tidak aktif.
"Nuraeni menyampaikan bahwa Udding sudah memiliki Nomor Identitas Kependudukan (NIK), tetapi belum melakukan perekaman KTP-el," ungkapnya pada Rabu, 7 Februari 2024.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Senator AS Desak Elon Musk Nonaktifkan Starlink yang Dipakai Sindikat Penipuan A...
- Dunia Multipolar, Siapa yang Akan Memimpin Setelah Amerika dan China?