Ironi Mahasiswa Sowan ke Istana, Potret Pengkhianatan
Ironi Mahasiswa Sowan Ke Istana, Potret Pengkhianatan Dan Tanda Insa Allah Kejatuhan Rezim ZalimOleh : Prof. Eggi Sudjana Sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya Kelompok Cipayung Plus, yang ber...
Dalam konteks aspirasi, pertemuan tersebut jelas sangat jauh dan sama sekali tidak mewakili aspirasi gerakan mahasiswa. Puji-puji yang disampaikan oleh Saudara Raihan Ariatama kepada Saudara Jokowi, tidaklah mewakili aspirasi mahasiswa, bahkan mungkin saja tidak mewakili HMI, apa lagi HMI MPO ( Majelis Penyelamat Organisasi ) .
Sepanjang sepengatahuan saya bergelut di HMI, HMI adalah organisasi mahasiswa yang melihat dinamika sosial dan politik dalam perspektif Islam dan keumatan. Menyampaikan pujian pada rezim yang terbukti zalim kepada umat Islam, mengkriminalisasi ulama dan aktivis, bahkan pernah memenjarakan saya tahun 2019 hingga 2 x masuk jeruji besi , menyerahkan kedaulatan kepada asing, memaksa ingin menambah usia kekuasaan tiga periode dengan modus menunda Pemilu, jelas bukanlah karakter mahasiswa pejuang apa lagi sejati.
Baca Juga: Minyak Goreng Langka, Jokowi Turun Langsung ke Pasar
Sosok pemimpin dan pencipta, hanya berdiri tegak diatas kepentingan Umat / Rakyat dan hanya berorientasi kepada kemaslahatan berdasarkan perspektif Islam dan keIndonesia an . Bahwa dalam konteks gerakan kemahasiswaan, sejatinya saat ini berbagai aspirasi mahasiswa yang melebur bersama gerakan rakyat justru sedang berfikir keras bagaimana mencari cara paling efektif untuk mengevaluasi kinerja rezim tanpa menunggu Pemilu 2024 , terutama yang di pelopori oleh ARM ( Aliansi Rakyat Menggugat ) yang dipimpin oleh Daeng Wahidin Presiden PPMI , babe Aldo , Muslim Arbi , Menu , Ida , Deasy , leny , ita dll juga ada pertemuan tokoh Nasional spt Rocky Gerung , Syahganda , Jumhur Hidayat , Ferry Juliantono dan Andrianto Humanika .
Berbagai kebijakan zalim rezim dari soal penanggulangan pandemi, proyek IKN, ngotot tunda pemilu, wacana tiga periode, kriminalisasi terhadap ulama, aktivis hingga gerakan Islam, dan banyak alasan lagi yang menjadi pertimbangan untuk segera mengevaluasi rezim , terutama langkanya minyak goreng yang sangat meresahkan ibu menjelang bulan puasa dan Iedul Fitri kiranya mutlaq perlu kelancaran minyak goreng tersebut .
Saya perlu bersuara agar segenap umat tidak memiliki pandangan keliru tentang aspirasi yang sedang berkembang ditengah gerakan mahasiswa. Sejatinya, pertemuan segelintir mahasiswa yang mendatangi pintu-pintu istana sama sekali tidak mewakili kepentingan dan aspirasi mahasiswa.
Baca Juga: HMI-MPO Cabang Bogor Lakukan Aksi di Istana Bogor, Sebut Jokowi Gagal Lindungi Rakyat
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Dari Bulukumba, Refleksi HPN 2026 untuk Pers Indonesia
- Sinyal Jokowi
- Lewat Parpol Tak Berhasil, Diduga Operasi Penundaan Pemilu 2024 Bergeser ke KPU
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania