Ironi Mahasiswa Sowan ke Istana, Potret Pengkhianatan

Ironi Mahasiswa Sowan Ke Istana, Potret Pengkhianatan Dan Tanda Insa Allah Kejatuhan Rezim ZalimOleh : Prof. Eggi Sudjana Sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya Kelompok Cipayung Plus, yang ber...

Ironi Mahasiswa Sowan ke Istana, Potret Pengkhianatan
Bacakan Artikel

Selain itu, perlu saya tegaskan kepada segenap mahasiswa yang lurus dan Istiqomah menapaki jalur perjuangan yang melelahkan , agar tidak melemah hanya karena manuver politik secuil mahasiswa yang mencoba peruntungan menjadi politisi berjubah almamater mahasiswa. Mereka, bukan dan tidak sama sekali mewakili suara mahasiswa.

Kedua, pertemuan semacam ini ditengah kondisi keterpurukan negeri sungguh merupakan ironi dan pengkhianatan pada nurani perjuangan mahasiswa. Tidaklah layak, mahasiswa menggadaikan idealisme hanya demi remah-remah istana.

Dalam dialektika pergerakan mahasiswa, saya selalu berupaya mengingatkan kepada mahasiswa dan Umat / Rakyat tentang pentingnya sinergi untuk melakukan gerakan perubahan. Pertemuan yang dilakukan oleh segelintir mahasiswa di istana, telah mencoreng kejujuran , kebenaran dan keadilan serta kelurusan perjuangan, pembelokan orientasi yang sangat mudah untuk dibaca oleh siapapun.

Hal yang demikian tidak boleh didiamkan dan apalagi seolah menjadi legitimasi kezaliman rezim. Saya TERPAKSA harus menulis kritik melalui artikel ini, agar gugur tanggung jawab dakwah untuk menyuarakan kebenaran dan menasehati junior-junior Saya di pergerakan mahasiswa.

Ketiga, namun ini yang perlu juga oleh kawan kawan mahasiswa ketahui dan publik perlu mengerti, pertemuan segelintir mahasiswa di istana tersebut sebenarnya konfirmasi kegalauan rezim. Rezim terus berupaya untuk bermain citra guna mempertahankan legitimasi kekuasaannya.

Boleh jadi, hal tersebut justru inshaaAlloh menandakan makin dekatnya saat bagi kejatuhan rezim. Sebab, ajal kekuasaan itu terserah ALLOH SWT.

ALLOH SWT berfirman :

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: