Jernih melihat kasus Ade Armando.
Oleh : Tengku Zulkifli Usman Jalurdua.com - Jakarta | Saya perhatikan banyak opini yang beredar setelah kejadian yang menimpa Ade Armando. Ada yang setuju ada yang tidak setuju, dan ada yang p...
Ade Armando sedang tidak dalam posisi menyampaikan sebuah pikiran, sekali lagi dia sedang melakukan kekerasan komunikasi yang berbahaya, yang semua sikap itu juga tidak layak disuruh dilawan dengan sebuah pikiran yang sehat. Itu sangat gak nyambung.
Lalu jika kita melihat dari kacamata hukum, Ade Armando juga dikenal dengan sosok yang kebal hukum. Pihak berwenang tidak pernah serius mengusut Ade Armando bahkan cenderung lebih terkesan melindungi Ade Armando dengan semua kekerasan komunikasi yang dia lakukan.
Sebagai pengamat politik, saya hafal benar betapa banyak Ade Armando Ade Armando lain di berbagai negara. karena di era digital ini, banyak negara yang menggunakan jasa buzzer termasuk Indonesia.
Mengatakan bahwa kekerasan terhadap Ade Armando tidak layak adalah analisa dangkal dan diluar konteks. Saya justru berpendapat bahwa Ade Armando sangat layak menerima semua ini dengan semua kekebalan hukum yang dia terima selama ini.
Saya termasuk yang tidak mendukung kekerasan dalam konteks an sich bahwa itu sebuah kekerasan. Tapi jika kasus seperti Ade Armando dkk nya yang terus menerus melakukan kekerasan komunikasi di media sosial, maka sudah sepantasnya dia dihukum seperti itu.
Para penjahat demokrasi yang semua kejahatan komunikasi mereka di media sosial terus dilindungi oleh penegak hukum, dan di anak emaskan oleh pemerintah. Maka jangan pernah salahkan rakyat yang selalu polos dan jujur dalam menuntut sebuah keadilan.
Saya tidak akan pernah menyalahkan siapapun yang melakukan kekerasan fisik terhadap buzzer buzzer yang terus melakukan kekerasan komunikasi, yang justru punya efek lebih parah dan luas ketimbang sebuah kekerasan fisik itu sendiri.
Saya tidak akan pura pura bijak lalu beretorika diluar konteks yang tidak nyambung hanya untuk membela para pelaku kejahatan dan kekerasan komunikasi yang masif di media sosial, yang berefek pada pembelahan bangsa.
Jikapun kedepannya akan ada lagi Ade Armando Ade Armando lain yang mengalami perlakuan yang sama oleh rakyat, karena rakyat tidak pernah mendapat keadilan hukum atas para pelaku kejahatan demokrasi dan kekerasan komunikasi mereka.
Maka saya orang terdepan yang akan terus memaklumi dan akan terus membela rakyat, bukan membela penjahat penjahat intelektual berbayar diatas yang terus menerus memecah belah bangsa ini.
Tengku Zulkifli Usman✓
Pengamat Politik.
Oleh : Tengku Zulkifli Usman
Jernih melihat kasus Ade Armando.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Dari Bulukumba, Refleksi HPN 2026 untuk Pers Indonesia
- Sinyal Jokowi
- Lewat Parpol Tak Berhasil, Diduga Operasi Penundaan Pemilu 2024 Bergeser ke KPU
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania