Managemen Baru CPMA Kedepankan Harmonisasi Masyarakat dan Lingkungan
Foto / Ist: Indah Budhi Savitri dan Mangemen CPMA Di tengah derasnya tudingan sepihak dan narasi miring yang menyasar dunia pertambangan tanah air, namun masih ada satu perusahaan justru tampil m...
JALURDUA Foto / Ist: Indah Budhi Savitri dan Mangemen CPMA
Di tengah derasnya tudingan sepihak dan narasi miring yang menyasar dunia pertambangan tanah air, namun masih ada satu perusahaan justru tampil memberikan contoh bagaimana dunia usaha tak hanya bisa bertahan, tapi juga memberi nilai tambah strategis untuk bangsa, rakyat, dan lingkungan. Perusahaan itu adalah CV. Penajam Makmur Abadi (CPMA), sebuah entitas tambang batubara yang kini memasuki babak baru penuh optimisme dan akuntabilitas.
Mulai 1 Januari 2025, CPMA secara resmi dinakhodai oleh manajemen baru yang dipimpin oleh Indah Budhi Savitri, seorang profesional perempuan berdedikasi tinggi yang akrab disapa "Ibu Nday". Langkah awal transisi kepemimpinan ini ditempuh dengan penuh ketertiban administratif dan tanggung jawab fiskal.
"Kami mengakuisisi CPMA sejak pertengahan November 2024, tetapi manajemen lama tetap menjalankan tugas hingga akhir tahun demi menjaga kepatuhan perpajakan dan transparansi,” jelas Nday kepada Redaksi.
Tak hanya memperkuat aspek tata kelola, CPMA juga mengokohkan legitimasi hukumnya. Perusahaan ini beroperasi berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) Nomor: 503/1995/IUP-OP/DPMPTSP/IX/2017 yang sah dan berlaku hingga 7 November 2027. Luas konsesinya mencakup 131,5 hektare di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Persetujuan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) dari Kementerian ESDM yang diberikan pada 2 April 2024 mengizinkan produksi hingga 432.000 metrik ton Batu Bara hingga akhir 2026.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Senator AS Desak Elon Musk Nonaktifkan Starlink yang Dipakai Sindikat Penipuan A...
- Dunia Multipolar, Siapa yang Akan Memimpin Setelah Amerika dan China?