Walau Diterpa Badai CPMA Tetap Bertahan Untuk Kemakmuran Negeri
Keterangan Gambar: Dirut CPMA, Indah Budhi Savitri dan Jajaran Pimpinan (Foto - Ist) Industri pertambangan batubara saat ini berada dalam tekanan berat. Fluktuasi harga global yang tak menentu, pe...
JALURDUA Keterangan Gambar: Dirut CPMA, Indah Budhi Savitri dan Jajaran Pimpinan (Foto - Ist)
Industri pertambangan batubara saat ini berada dalam tekanan berat. Fluktuasi harga global yang tak menentu, perlambatan permintaan, hingga kompleksitas regulasi membuat banyak pelaku usaha berada dalam kondisi "survival mode". Namun, di tengah pusaran tantangan ini, ada satu nama yang tetap berdiri, CV. Penajam Makmur Abadi (CPMA).
Mulai 1 Januari 2025, CPMA resmi dinakhodai oleh sosok baru yang penuh semangat dan komitmen, Indah Budhi Savitri sebagai Direktur Utama, didampingi oleh jajaran manajemen berpengalaman Agus Irwanto sebagai Komisaris Utama, Ari Dono Sukmanto mantan Wakapolri dan Plt. Kapolri sebagai Komisaris, serta Andra Agussalam sebagai Direktur.
Langkah baru ini hadir di saat harga batubara global terpuruk. Pada 24 Maret 2025, harga batubara anjlok menjadi US$. 99,6/ton, posisi terendah dalam hampir empat tahun terakhir. Harga di bawah US$. 100 adalah situasi langka sejak pandemi COVID-19, dan kini menjadi kenyataan yang harus dihadapi oleh seluruh pelaku industri.
Dalam kondisi yang sulit ini, perusahaan Sub kontraktor (Subkon) pemegang izin usaha produksi di bawah CPMA yakni PT. Wijaya Kencana Industria (WIKI) dan PT. Petronaga Jaya Gemilang (Petrona) yang bekerjasama dengan PMA terus bertahan. Bukan sekadar bertahan, tapi tetap menjalankan aktivitas produksi dengan mengedepankan efisiensi, keberlangsungan lingkungan, dan kepatuhan terhadap kewajiban negara, terutama dalam hal perpajakan.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Secangkir Kopi Perpisahan di Bundaran Pinisi – Iptu Muhammad Ali & AKP Ahmad...
- Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto Apresiasi Personel Sukses Amankan Operas...